Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Bengkulu menyebutkan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) di Provinsi Bengkulu, yaitu Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Kota Bengkulu, Bengkulu Tengah, Seluma (Kobema) ditargetkan pada 2026 ini memiliki 40 ribu sambungan baru ke masyarakat.
"Kalau ditargetkan 40 ribu sambungannya. Yang udah siap itu sekitar lebih kurang 12 ribu sambungan," kata Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu Tejo Suroso di Bengkulu, Kamis.
Menurut dia untuk sambungan baru ke masyarakat menjadi tanggung jawab dari PDAM kabupaten dan kota. Sementara Pemerintah Provinsi Bengkulu berada pada pemasangan jaringan distribusi utama (JDU).
"Kami itu jaringan JDU utama, itu kan tinggal kami alirannya ke PDAM. Jadi nanti kami kerja sama dengan PDAM," kata dia lagi.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama para pihak menguji langsung operasional SPAM sebelum benar-benar memberikan layanan air bersih bagi masyarakat di tiga daerah tersebut.
"Jadi rencananya setelah uji coba, sebulan itu masih gratis, sampai dengan Februari rencananya. Berapa sambungan yang telah pasti tersambung lada saat ini, perlu kami cek lagi ke PDAM (kabupaten kota), nanti kami cek," katanya.
Sebelumnya, Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VII bekerja sama dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Hidayah Kota Bengkulu akan melakukan pemasangan sambungan pipa air sebanyak 3 ribu kuota gratis untuk masyarakat di wilayah tersebut pada 2026.
"Benar, untuk kegiatan pemasangan pipanya (dilakukan) oleh BWSS VII, pendataan calon penerima oleh Perumda Tirta Hidayah. Air bersihnya menggunakan air pengolahan SPAM Kobema yang dikelola oleh UPTD Provinsi Bengkulu," kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PDAM Tirta Hidayah Kota Bengkulu Medy Pebriansyah.
Ia mengatakan pemasangan sambungan pipa tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan vital masyarakat yakni ketersediaan air bersih.
Klasifikasi penerima sambungan pipa air gratis diperuntukkan bagi masyarakat Kota Bengkulu yang dinilai berhak menerima bantuan.
Medy mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan pengumpulan dan pendataan terhadap masyarakat yang nantinya akan menerima bantuan pemasangan sambungan pipa gratis tersebut.
"Data penerima masih kita verifikasi dan kumpulkan, jika semuanya sudah selesai maka 2026 langsung dilakukan pemasangan," ujarnya.
