Bengkulu (ANTARA) - Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyerahkan surat pembebasan lahan Gereja Katolik yang ada di Provinsi Bengkulu setelah puluhan tahun lahan tersebut belum ada kepastian hukum.
"Ada persoalan yang disampaikan Romo Gereja Katolik kepada saya, pemerintah zaman dulu 40 tahun yang lalu, sampai kemarin belum selesai. Maka setelah mendapatkan informasi dan dirapatkan, saya tuntaskan langsung kita serahkan dan telah selesai," kata Gubernur Bengkulu Helmi Hasan di Bengkulu, Jumat.
Penyerahan hibah tanah tersebut menjadi salah satu rangkaian Perayaan Natal Oikoumene 2025 di Bumi Merah Putih dan tentunya juga kado bagi umat Katolik.
Pada perayaan Natal Oikoumene 2025, Gubernur Helmi Hasan berpesan agar seluruh umat beragama di Provinsi Bengkulu terus mempererat persaudaraan dan menjaga kerukunan antarumat beragama.
"Atas nama Pemerintah Provinsi Bengkulu saya mengapresiasi suasana gedung ini yang tampak indah dan semakin harmonis. Kerukunan dan kekeluargaan sangat terasa karena kita hidup bersama di Bumi Merah Putih, Provinsi Bengkulu," kata dia.
Menurut dia perbedaan seharusnya dimaknai sebagai salah satu faktor yang memperkuat persaudaraan. Bangsa Indonesia pun kata dia membutuhkan semangat persatuan seluruh elemen bangsa.
"Indonesia Butuh Kita. Kekuatan terletak pada perbedaan, bukan pada persamaan," ujar Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menambahkan.
Perayaan Natal Oikoumene 2025 di Provinsi Bengkulu tersebut juga turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Bengkulu Mian, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Provinsi Bengkulu.
