Kota Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk waspada dan berhati-hati saat mengkonsumsi buah-buahan khususnya yang telah digigit oleh hewan seperti kelelawar dan lainnya.

Hal tersebut dilakukan, guna mengantisipasi resiko penularan penyakit khususnya virus Nipah meskipun saat ini belum ditemukan kasusnya di wilayah Kota Bengkulu. 

"Kita harus antisipasi sedini mungkin. Kami mengajak masyarakat agar tidak memakan buah-buahan yang sudah dimakan hewan, terutama kelelawar. Meskipun terasa sayang untuk dibuang, kewaspadaan tetap harus diutamakan demi menjaga kesehatan," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Nelli Hartati di Bengkulu, Selasa.

Dengan meningkatkan kewaspadaan dan upaya pencegahan sejak dini dinilai sangat penting untuk dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat. Alasannya, virus Nipah tersebut dapat ditularkan melalui hewan, salah satunya kelelawar yang kerap mengonsumsi buah-buahan di alam terbuka. 

Ia menyebut buah-buahan yang telah digigit atau terkontaminasi hewan berisiko membawa virus dan sangat tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh manusia.

Nelli juga meminta agar masyarakat dapat kembali menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari guna mencegah berbagai penyakit menular, tidak hanya virus Nipah.

Serta, masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala penyakit ringan seperti flu yang disertai demam tinggi atau kondisi tubuh semakin memburuk agar dapat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

"Kami berharap kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungan semakin meningkat. Dengan pencegahan sejak dini dinilai menjadi kunci utama dalam melindungi masyarakat dari potensi ancaman penyakit," kata dia.



Pewarta: Anggi Mayasari
Editor : Anom Prihantoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026