Sebaliknya, pada kelompok yang mengalami tingkat kesejahteraan mental rendah, hanya 44 persen Generasi Z dan 46 persen milenial yang merasakan hal serupa.
Temuan survei ini menggambarkan bahwa generasi muda Indonesia tengah berupaya menyeimbangkan kebutuhan finansial, pencarian makna hidup, serta kesehatan mental dalam membangun karier. Perusahaan pun dituntut untuk beradaptasi dengan menyediakan lingkungan kerja yang mendukung pengembangan keterampilan, kesejahteraan karyawan, serta peluang pertumbuhan yang berkelanjutan.
Baca juga: Pemkot Bengkulu maksimalkan petani milenial dukung swasembada pangan
Baca juga: Pemerintah Kabupaten Mukomuko latih 50 milenial pelajari batik tulis
Sasar Gen Z, pelatihan Gig Economy pacu lahirnya pelaku usaha digital
Pewarta: Vonza Nabilla SuryawanEditor : Anom Prihantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026