Bengkulu (ANTARA) - Generasi Z dan milenial di Indonesia semakin menempatkan kemandirian finansial sebagai tujuan utama dalam perjalanan karier mereka.

Hal tersebut terungkap dalam laporan Gen Z and Millennial Survey yang dirilis Deloitte. Survei tersebut melibatkan lebih dari 23.000 responden di berbagai negara, termasuk 535 responden dari Indonesia.

Hasil survei menunjukkan bahwa 34 persen responden Generasi Z dan 33 persen milenial di Indonesia menjadikan kemandirian finansial sebagai prioritas tertinggi dalam perencanaan karier. Angka ini mencerminkan meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap pentingnya stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Selain faktor finansial, Generasi Z juga semakin menekankan pentingnya keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Dibandingkan mengejar jabatan tinggi di perusahaan, hanya sekitar 6 persen Generasi Z yang menyatakan bahwa tujuan utama karier mereka adalah mencapai posisi kepemimpinan. Meski demikian, hal tersebut bukan berarti mereka kurang memiliki ambisi.

Survei mengungkapkan bahwa kesempatan belajar dan pengembangan diri menjadi salah satu alasan utama Generasi Z dan milenial memilih tempat kerja mereka saat ini. Faktor pembelajaran bahkan masuk dalam tiga besar pertimbangan terpenting. Namun, banyak responden menilai atasan mereka belum cukup memberikan perhatian pada aspek pengembangan pribadi.

Baca juga: Minat Gen Z dan milenial pada pertanian meningkat, pendapatan capai Rp20 juta per bulan
Baca juga: Pelaku properti sebut tren gen Z lirik hunian mewah

Mereka berharap para manajer dapat berperan sebagai mentor yang memberikan arahan, inspirasi, dan dukungan berkelanjutan, bukan sekadar mengawasi pekerjaan sehari-hari.

Di sisi lain, perkembangan teknologi kecerdasan artifisial generatif (GenAI) turut menjadi perhatian utama. Sekitar 74 persen Generasi Z dan 77 persen milenial percaya bahwa teknologi ini akan memengaruhi cara mereka bekerja dalam satu tahun ke depan.

Untuk menghadapi perubahan tersebut, mereka berupaya meningkatkan keterampilan teknis sekaligus memperkuat kemampuan nonteknis, seperti empati, komunikasi, dan kepemimpinan. Menurut responden, keterampilan lunak justru semakin penting seiring meningkatnya peran teknologi di dunia kerja.

Dalam menentukan arah karier, Generasi Z dan milenial umumnya mempertimbangkan tiga aspek utama, yakni faktor finansial, makna pekerjaan, dan kesejahteraan pribadi. Ketiga elemen ini dinilai saling berkaitan dan menjadi dasar dalam mencari keseimbangan hidup.

Survei juga menyoroti bahwa ketidakamanan finansial berdampak langsung pada kesejahteraan mental dan persepsi terhadap makna pekerjaan. Hampir separuh responden mengaku belum merasa aman secara finansial, dengan 48 persen Generasi Z dan 46 persen milenial menyatakan kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi mereka. Situasi ini menunjukkan adanya peningkatan rasa tidak aman dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski demikian, mayoritas responden menilai bahwa memiliki tujuan hidup merupakan faktor penting bagi kepuasan kerja. Sekitar 89 persen Generasi Z dan 92 persen milenial menganggap rasa memiliki tujuan berperan besar dalam kesejahteraan mereka.

Baca juga: Film animasi "Jumbo" bangkitkan nostalgia masa kecil gen milenial
Baca juga: Ada tren peningkatan peternak milenial kembangkan kualitas sapi perah

Tujuan tersebut memiliki arti yang beragam bagi setiap individu. Sebagian ingin memberikan dampak positif bagi masyarakat, sementara yang lain berfokus pada pencapaian finansial atau pengembangan keterampilan sebagai bekal untuk menciptakan perubahan di luar pekerjaan utama.

Aspek kesejahteraan mental juga terbukti berpengaruh terhadap persepsi makna kerja. Di antara responden yang melaporkan kondisi mental positif, sebanyak 67 persen Generasi Z dan 72 persen milenial merasa pekerjaan mereka memungkinkan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Sebaliknya, pada kelompok yang mengalami tingkat kesejahteraan mental rendah, hanya 44 persen Generasi Z dan 46 persen milenial yang merasakan hal serupa.

Temuan survei ini menggambarkan bahwa generasi muda Indonesia tengah berupaya menyeimbangkan kebutuhan finansial, pencarian makna hidup, serta kesehatan mental dalam membangun karier. Perusahaan pun dituntut untuk beradaptasi dengan menyediakan lingkungan kerja yang mendukung pengembangan keterampilan, kesejahteraan karyawan, serta peluang pertumbuhan yang berkelanjutan.

Baca juga: Pemkot Bengkulu maksimalkan petani milenial dukung swasembada pangan
Baca juga: Pemerintah Kabupaten Mukomuko latih 50 milenial pelajari batik tulis

 

Sasar Gen Z, pelatihan Gig Economy pacu lahirnya pelaku usaha digital

 



Pewarta: Vonza Nabilla Suryawan
Editor : Anom Prihantoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026