Kota Bengkulu (ANTARA) - Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama dengan Pemerintah Kota Bengkulu memperketat pengawasan keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat khususnya makanan berbuka selama Ramadhan 1447 Hijriah.

Untuk itu BPOM bersama Pemkot Bengkulu melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) dan pengujian sampel takjil di sejumlah titik seperti Belungguk Point dan Pasar Ramadhan Baru Kota Bengkulu.

"Sidak ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga kesehatan warga dari potensi peredaran pangan mengandung zat berbahaya," kata Kepala BPOM Bengkulu Kodon Tarigan di Kota Bengkulu, Jumat

Pada sidak tersebut, petugas BPOM melakukan pemeriksaan laboratorium keliling terhadap 34 sampel makanan dan minuman secara acak di dua lokasi tersebut.

Sampel yang diperiksa merupakan jenis pangan yang populer dikonsumsi masyarakat di Kota Bengkulu seperti bakso, tahu, mie, pempek, cireng, dan sejumlah makanan gorengan lainnya.

Kodon menyebut bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium keliling BPOM yang melakukan rapid test kit tidak ditemukan makanan yang dijual oleh pedagang mengandung bahan berbahaya seperti Formalin, Boraks, Rhodamin B, dan Metanil Yellow.

"Kami mengapresiasi para pedagang di kedua lokasi tersebut. Berdasarkan hasil uji laboratorium lapangan, seluruh sampel menunjukkan hasil negatif bahan berbahaya," ujar dia.

Meskipun demikian, dia terus mengingatkan agar masyarakat dapat selalu menerapkan prinsip Cek KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) serta memperhatikan kebersihan tempat berjualan sebelum membeli takjil.

Di sisi lain, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Nelli Hartati mengimbau kepada para pedagang atau pelaku usaha kuliner agar tidak menggunakan bahan-bahan berbahaya.

Untuk memastikan hal tersebut, Dinas Kesehatan juga akan terus bersinergi dengan BPOM untuk melakukan edukasi rutin terkait keamanan pangan.

"Meskipun pada hasil pengawasan menu pembuka puasa tidak ditemukan adanya pangan berbahaya, masyarakat tetap diminta untuk menjadi konsumen yang cerdas," sebutnya.



Pewarta: Anggi Mayasari
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026