Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, tengah mengantisipasi lonjakan permintaan penerbitan administrasi kependudukan atau adminduk menjelang tahun ajaran baru.
"Kalau hari biasanya kami menerbitkan KTP elektronik berkisar 100 keping, namun jika mendekati tahun ajaran baru bisa mencapai 200 keping per hari. Penerbitan KTP elektronik ini umumnya adalah penduduk pemula yang baru memiliki KTP. Untuk mengantisipasi kekurangan blangko saat ini kami telah menyiapkan stok sebanyak 9.000 keping," kata Kepala Disdukcapil Rejang Lebong Rosita M saat dihubungi di Rejang Lebong, Minggu.
Dia menjelaskan, peningkatan penerbitan KTP elektronik (KTP-el) tersebut karena adanya penduduk pemula yang telah wajib KTP atau telah memasuki usia 17 tahun. Kemudian juga untuk digunakan masuk ke perguruan tinggi maupun mencari pekerjaan bagi yang telah tamat pendidikan SMA sederajat.
"Kalau ada momen-momen seperti ini kami sudah mengantisipasinya dengan melakukan penambahan stok blangko yang diperkirakan mencukupi hingga beberapa bulan ke depan, dan jika hampir habis kami akan minta ke Disdukcapil Provinsi Bengkulu maupun ke pusat," kata dia.
Dengan adanya stok blangko sebanyak 9.000 keping ini, kata dia, selain bisa digunakan untuk pencetakan KTP baru, juga untuk warga yang melakukan pergantian KTP yang diakibatkan kerusakan, atau perubahan data seperti dari masih lajang menjadi sudah menikah dan lainnya.
Dia menambahkan, untuk proses perekaman data KTP el di masing-masing kecamatan saat ini tidak bisa dilakukan lagi, menyusul adanya gangguan jaringan ke pusat sehingga hanya bisa dilakukan di Kantor Disdukcapil Rejang Lebong.
Sementara itu, data capaian perekaman dan pencetakan KTP el di Kabupaten Rejang Lebong sampai dengan akhir 2025 lalu sudah mencapai 205.000 jiwa lebih, dari jumlah penduduk wajib KTP-el sebanyak 212.445 jiwa.
Menurut dia, sejauh ini masih ada 7.000 jiwa lebih penduduk Kabupaten Rejang Lebong yang belum melakukan perekaman data KTP. Untuk itu mereka diminta agar segera melakukan perekaman data sehingga bisa langsung diterbitkan KTP-nya masing-masing.
Pewarta: Nur MuhamadEditor : Anom Prihantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026