Mukomuko Bengkulu (ANTARA) - Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu mengatakan ibadah puasa di bulan Ramadhan 1447 Hijriah tidak mempengaruhi musim tanam padi, para petani tetap pergi ke sawah.

"Aktivitas menanam padi hampir selesai, mungkin dalam dua sampai tiga hari selesai atau dalam Minggu ini," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko Hari Mastaman di Mukomuko, Senin. 

Para petani di Kabupaten Mukomuko saat ini tengah melaksanakan musim tanam (MT) pertama padi sawah Januari-Maret 2026 dengan target seluas sekitar 3.400 hektare (ha) di dua sentra tanaman padi sawah dan di daerah ini.

Di Kabupaten Mukomuko terdapat dua wilayah yang menjadi sentra sawah, yakni Daerah Irigasi Air Manjuto meliputi sayap kanan dan kiri sekitar 2.600 ha dan Irigasi Selagan sekitar 1.200 ha.

Daerah Irigasi Air Manjuto yang terdiri atas sayap kanan dan sayap kiri tersebut berada di sejumlah kecamatan, yakni Kecamatan V Koto, Kecamatan Air Manjuto, Kecamatan Lubuk Pinang, dan Kecamatan XIV Koto.

Sedangkan Daerah Irigasi Selagan berada di Kecamatan Selagan Raya yang berada sejauh sekitar 30 kilometer dari pusat pemerintah kabupaten ini.

Dia mengatakan, sebenarnya kemarin petani cuma mengejar MT pertama padi sawah selesai sebelum bulan puasa tahun ini tetapi sepertinya tidak terkejar.

Dia menjelaskan, aktivitas menanam padi sawah tidak selesai sebelum bulan puasa karena jadwal tenaga kerja yang terdiri dari perempua yang melakukan penanaman padi sudah ada jadwalnya masing-masing.

"Bahkan yang menentukan jadwal tanam itu kadang-kadang memang dari ibu-ibu yang bekerja menanam padi tersebut," ujarnya.

Dia menyatakan, meskipun aktivitas menanam padi tidak selesai sebelum bulan puasa, namun petani tetap menyelesaikan penanaman padi di bulan Ramadhan ini.

"Kegiatan yang berat seperti itu dipastikan tidak mengganggu ibadah puasa petani, dan kalau petani itu sudah biasa melakukannya meskipun bulan puasa," demikian Hari Mastaman. 

 

 



Pewarta: Ferri Aryanto
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026