Tanjungpinang (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), memberikan sejumlah tips dalam memilih menu takjil berbuka puasa Ramadhan 1447 Hijriah/2026 yang aman dan sehat.
"Penting bagi kita memilih takjil aman dan sehat agar terhindar dari gangguan pencernaan hingga penyakit kronis lainnya akibat konsumsi gula/lemak berlebih," kata Kepala Dinkes Tanjungpinang Rustam di Tanjung Pinang Selasa.
Rustam menyampaikan beberapa tips dimaksud antara lain memilih lokasi dagangan takjil yang bersih, misalnya jauh dan bebas dari area sampah.
Kemudian pedagang takjil menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan alat bantu, seperti sarung tangan, penjepit makanan/kue, serta tidak bersin dan meludah sembarangan.
"Penyimpanan makanan harus disesuaikan dengan suhu, panas atau dingin," ujarnya.
Berikutnya, kata Rustam, kemasan makanan sebaiknya menggunakan kemasan pangan khusus, seperti kertas minyak. Tidak disarankan memakai koran dan plastik hitam.
Selanjutnya makanan atau kue yang dijual harus ditutup guna mencegah lalat hinggap, karena lalat berpotensi membawa bakteri berbahaya dari tempat kotor ke makanan manusia.
Lebih lanjut Rustam menyampaikan di Tanjungpinang ada sekitar 18 titik lokasi penjualan takjil pada Ramadhan tahun ini. Rata-rata, kata dia, dalam bentuk bazar dengan menjual aneka makanan/kue tradisional sampai moderen.
Untuk memastikan takjil berbuka puasa aman dikonsumsi masyarakat, Dinkes bersama puskesmas, Loka POM, dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) setempat turun langsung memeriksa menu takjil yang dijajakan, baik di pinggir-pinggir jalan maupun pemukiman penduduk.
Makanan yang diduga berisiko terkontaminasi pewarna atau pengawet, kata dia, bakal dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
"Kami baru saja memeriksa dagangan takjil di Jalan Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF). Hasilnya, dari 14 sampel yang diperiksa semuanya memenuhi syarat kesehatan," ujar Rustam.
Dia menambahkan pemeriksaan sampel takjil terus berlanjut dan ditargetkan menyasar 18 titik penjualan takjil selama Ramadhan ini.
Bukan hanya memeriksa takjil, kata dia, petugas turut memberikan edukasi pentingnya menjaga sanitasi dan higienis makanan untuk mencegah keracunan makanan, penularan penyakit, serta menjamin keamanan serta kualitas nutrisi makanan yang dikonsumsi.
"Kalau ada kekurangan, kita beri edukasi dan teguran kepada pedagang takjil," ucap Rustam.
Pewarta: OgenUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026