Kota Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu, secara resmi memulai transformasi sistem parkir dengan menerapkan pembayaran nontunai berbasis QRIS (quick response code Indonesian standard) di kawasan Belungguk Point.

Penerapan modernisasi tersebut dilakukan guna meningkatkan transparansi pengelolaan retribusi khususnya di Kota Bengkulu untuk itu penerapan QRIS dilakukan secara bertahap bekerja sama dengan Bank Bengkulu.

"Pembayaran parkir sekarang mulai kita arahkan menggunakan QRIS. Ini bagian dari upaya digitalisasi layanan untuk memudahkan masyarakat," kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bengkulu Noni Yuliesti di Bengkulu, Jumat.

Untuk skema penerapan QRIS untuk juru parkir di kawasan Belungguk Point yaitu saldo yang dibayarkan warga melalui QRIS tidak masuk ke kas daerah, melainkan langsung ke rekening masing-masing juru parkir.

Hal tersebut dilakukan agar pola kerja di lapangan tetap berjalan lancar namun tetap tertib administrasi dan saat ini telah ada titik titik di Belungguk Point yang menerapkan sistem tersebut.

Lanjut Noni, Bapenda berencana melakukan evaluasi besar-besaran setelah bulan Ramadhan usai untuk menentukan penambahan titik baru.

Sementara itu, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menerangkan dengan dilakukan penerapan QRIS tersebut, selain untuk mengikuti tren digitalisasi global, tetapi juga menjadi solusi atas masalah uang kembalian yang sering dikeluhkan warga.

"Selama ini sering terjadi, parkir motor Rp2 ribu tapi karena tidak ada uang receh, warga bayar Rp5 ribu dan tidak dikembalikan. Dengan QRIS, nominal yang dibayar pas. Mobil juga begitu, sehingga kebocoran PAD tidak ada lagi, ini sangat menguntungkan daerah," terang dia.

Sementara itu, Belungguk Point juga terdapat sebanyak 200 pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kota Bengkulu yang ikut memeriahkan kegiatan di Belungguk Point tersebut.

"Kita dorong transaksi menggunakan QRIS untuk belanja, bahkan ke depan sistem parkir juga akan digital dan ini adalah bagian dari percepatan digitalisasi daerah kita," ujar Dedy.



Pewarta: Anggi Mayasari
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026