Kota Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu menargetkan program peremajaan atau replanting kelapa sawit seluas 3.500 hektare pada tahun 2026.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (RPJP) Provinsi Bengkulu Sri Herlin Despita mengatakan, program peremajaan tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas perkebunan rakyat sekaligus mendukung peremajaan tanaman sawit yang sudah tidak lagi optimal menghasilkan tandan buah segar.

"Sebagian besar tanaman sawit rakyat sudah berumur lebih dari 25 tahun, sehingga produksinya terus menurun. Dengan melalui program peremajaan ini, kita berharap produksi tandan buah segar bisa meningkat kembali dan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan petani," kata Sri Herlin Despita di Kota Bengkulu, Jumat.

Untuk target daerah replanting sawit di Provinsi Bengkulu berada di lima wilayah, yaitu Kabupaten Bengkulu Utara dengan luas mencapai 1.250 hektare, Kabupaten Mukomuko 750 hektare, Kabupaten Bengkulu Tengah 500 hektare, Kabupaten Bengkulu Selatan 500 hektare, dan Kabupaten Seluma yaitu 500 hektare.

Ia menyebut, kegiatan peremajaan kelapa sawit dilakukan tidak hanya untuk mengganti tanaman tua, tetapi juga mendorong penggunaan bibit unggul agar hasil panen ke depan lebih maksimal dan berkelanjutan.

"Dengan produktivitas yang meningkat, kesejahteraan petani sawit di Bengkulu diharapkan ikut terdongkrak," sebutnya.

Meskipun demikian, untuk pelaksanaan program replanting sawit saat ini masih ada kendala terkait rekomendasi teknis dari pemerintah pusat, sebab pada tahun lalu dari total usulan seluas 1.882 hektare yang diajukan, namun 779 hektare yang mendapatkan rekomendasi teknis dari kementerian terkait.

"Hingga saat ini, untuk luasan yang sudah mendapatkan rekomendasi teknis tersebut, kami masih menunggu informasi dan petunjuk lebih lanjut dari pemerintah pusat terkait pelaksanaannya di lapangan," terang Sri.

Oleh karena itu, dirinya berharap proses verifikasi dan penerbitan rekomendasi teknis dapat segera dilakukan agar target replanting 3.500 hektare pada tahun 2026 tidak hanya menjadi rencana.



Pewarta: Anggi Mayasari
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026