Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Cabang Rejang Lebong memperkuat komitmennya dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di wilayah Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, guna mengantisipasi gejolak inflasi menjelang hari besar keagamaan.

Pemimpin Cabang Bulog Rejang Lebong, A. Musalim Yudha saat dihubungi di Lebong, Rabu, mengatakan bahwa komitmen tersebut mereka sampaikan dalam forum High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Lebong pada Selasa (3/3) kemarin.

"Bulog akan berupaya optimal dalam pengendalian inflasi, khususnya di Kabupaten Lebong dengan menyediakan pasokan bahan pangan pokok seperti beras SPHP, Minyakita, dan gula pasir," kata dia.

Saat Bulog Cabang Rejang Lebong, kata dia, telah menyiapkan stok beras sebanyak 1.800 ton dan 49.000 liter Minyakita. Stok ini diperkirakan mencukupi kebutuhan dalam tiga kabupaten di wilayah kerja Bulog setempat yang meliputi Kabupaten Rejang Lebong, Kepahiang dan Lebong.

Menurut dia, langkah tersebut sangat krusial untuk memastikan harga tetap stabil di tengah potensi peningkatan konsumsi masyarakat memasuki bulan puasa Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah itu.

Sementara itu langkah yang tengah disiapkan Bulog Cabang Rejang Lebong guna mengendalikan inflasi di Kabupaten Lebong antara lain pelaksanaan operasi pasar secara berkala, kegiatan pasar murah di titik-titik strategis.

Sedangkan yang lainnya berupa  kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM). Penguatan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta penyaluran bantuan pangan.

"Kami berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas pangan serta mengantisipasi potensi gejolak harga," kata dia.

Dia berharap melalui kolaborasi yang solid antara Bulog Cabang Rejang Lebong dan Pemkab Lebong dapat menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat tetap terjaga, serta kondisi ekonomi daerah tetap kondusif.



Pewarta: Nur Muhamad
Editor : Anom Prihantoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026