Bengkulu (ANTARA) - Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mengatakan telah menemui manajemen Garuda Indonesia untuk membahas keberlanjutan penerbangan dari dan menuju Bengkulu yang terancam dihentikan.

"Pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan akan berupaya mendukung agar Garuda Indonesia tetap hadir dan terus mengudara di langit Bumi Merah Putih," katanya di Bengkulu, Kamis.

Menurut Helmi, menyampaikan dirinya mendatangi langsung Kantor Pusat Garuda Indonesia di Garuda Sentra Operasi (GSO) Tangerang, Banten, pada Rabu (4/3), untuk berdiskusi dengan jajaran manajemen maskapai nasional tersebut.

Kunjungan itu dilakukan setelah beredar informasi mengenai rencana penghentian operasional penerbangan Garuda Indonesia dari dan menuju Bengkulu dalam waktu dekat.

Menurut Helmi Hasan, Pemerintah Provinsi Bengkulu akan segera melakukan koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para bupati dan wali kota, pelaku usaha, serta berbagai unsur terkait guna memberikan dukungan konkret agar maskapai tersebut tetap melayani masyarakat Bengkulu.

Ia menilai keberadaan Garuda Indonesia sangat penting bagi konektivitas daerah, terutama untuk mendukung mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi di Provinsi Bengkulu.

Sementara itu, Direktur Teknik Garuda Indonesia Mukhtaris menjelaskan bahwa kendala operasional penerbangan di Bengkulu disebabkan oleh faktor bisnis, terutama belum tercapainya target jumlah penumpang pada rute tersebut.

"Salah satu alasannya adalah tingkat keterisian penumpang pada rute Bengkulu yang masih rendah sehingga berpotensi menimbulkan kerugian berkelanjutan bagi perusahaan," kata Mukhtaris.

Manajemen Garuda Indonesia juga menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Pemerintah Provinsi Bengkulu serta membuka ruang sinergi dengan pemerintah daerah untuk menjaga keberlangsungan layanan penerbangan yang optimal.

Sebelumnya, Garuda Indonesia dikabarkan akan menghentikan operasional penerbangan dari dan ke Bengkulu akibat minimnya jumlah penumpang di Bandara Fatmawati Soekarno.

Penerbangan terakhir disebut-sebut dijadwalkan pada 28 Maret 2026, meskipun terdapat laporan lain yang menyebutkan 23 Maret 2026 sebagai tanggal akhir operasional sementara rute tersebut.



Pewarta: Boyke Ledy Watra
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026