Kota Bengkulu (ANTARA) - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) mencatat untuk realisasi belanja negara atau dana transfer ke daerah (TKD) di wilayah Provinsi Bengkulu hingga awal Maret 2026 telah mencapai Rp1,90 triliun.

"Hingga awal Maret sudah terealisasi Rp1,90 triliun dari pagu anggaran sebesar Rp8,13 triliun," kata Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) DJPb Bengkulu Muhammad Irfan Surya Wardhana di Kota Bengkulu, Selasa.

Untuk realisasi belanja negara paling banyak yaitu dari sektor dana alokasi umum (DAU) yang mencapai Rp1,49 triliun dari alokasi anggaran pemerintah pusat sebesar Rp5,98 triliun.

Kemudian, dana bagi hasil (DBH) dengan penyaluran sebesar Rp17,99 miliar dari pagu anggaran Rp176,02 miliar, bantuan operasional kesehatan (BOK) puskesmas yaitu Rp5,66 miliar dari pagu Rp96,47 miliar.

Realisasi dana alokasi khusus (DAK) non fisik lainnya sebanyak Rp158,08 miliar dari alokasi anggaran Rp1 triliun, dan bantuan operasional sekolah (BOS) yaitu Rp223,72 miliar dari pagu anggaran Rp458,82 miliar.

Lanjut Irfan, sedangkan dua sektor lainnya seperti DAK fisik dengan alokasi dana dari pemerintah pusat sebanyak Rp33,32 miliar dan dana desa yang mencapai Rp377,08 miliar belum ada penyaluran.

Untuk itu, dirinya mengimbau kepada satuan kerja pemerintah daerah di Provinsi Bengkulu agar dapat memanfaatkan alokasi TKD untuk pembangunan daerah.

Sebab, dengan adanya alokasi dana tersebut, pemerintah daerah dapat fokus dalam melakukan pembangunan di Provinsi Bengkulu untuk menjadi maju baik dari kesejahteraan masyarakat dan juga infrastruktur yang mendukungnya.

Serta, menjadi salah satu langkah dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan, penguatan daya saing usaha, pengurangan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem di Provinsi Bengkulu.



Pewarta: Anggi Mayasari
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026