Kota Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu mengimbau seluruh masyarakat memadamkan aliran listrik dan memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum melakukan mudik Lebaran.
"Mudik Lebaran ini sudah menjadi budaya setiap tahun. Sebagian masyarakat pulang ke kampung halaman dan meninggalkan rumah dalam waktu cukup lama. Untuk itu masyarakat diminta agar memastikan seluruh peralatan yang berhubungan dengan listrik dalam kondisi aman sebelum berangkat mudik," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Bengkulu Yuliansyah di Bengkulu, Sabtu.
Ia mengatakan colokan listrik seperti televisi, kipas angin, dan peralatan elektronik lainnya sebaiknya dicabut dari sumber listrik untuk menghindari risiko kebakaran.
"Termasuk alat memasak elektronik dan kompor gas elpiji tiga kilogram juga sebaiknya dilepas atau dipastikan aman," ujar dia.
Berdasarkan data dan pengamatan Damkar Kota Bengkulu bahwa sebagian besar kasus kebakaran disebabkan oleh arus pendek listrik dan kapasitas kabel yang tidak mampu menahan beban listrik.
Selain memastikan keamanan instalasi listrik, masyarakat juga diminta untuk mengunci rumah dengan baik sebelum meninggalkannya.
Damkar Kota Bengkulu tetap siaga selama perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah dengan menyediakan layanan darurat yang dapat dihubungi masyarakat kapan saja.
Personel siaga 24 jam guna melayani warga, sedangkan masyarakat dapat menghubungi nomor telepon 07365523003 dan 08117308050 (Whatsapp) ataupun panggilan darurat 112.
"Masyarakat, RT, maupun RW, apabila terjadi sesuatu silakan menghubungi Dinas Damkar atau melalui Call Center 112. Layanan ini gratis dan kami standby 24 jam," kata Yuliansyah.
Petugas Damkar juga akan meningkatkan patroli pengawasan selama masa libur Lebaran, terutama di kawasan permukiman padat penduduk di Kota Bengkulu.
"Kami memiliki sembilan pos di sembilan kecamatan yang ada di Kota Bengkulu ditambah satu pos penyelamatan dan rescue. Selama hari raya Idul Fitri kami juga akan melakukan patroli untuk memonitor kondisi lingkungan, khususnya di wilayah padat penduduk," kata dia.
Pewarta: Anggi MayasariUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026