Tokyo (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi menyerukan penghentian tindakan yang mengancam jalur aman di Selat Hormuz dalam percakapan telepon dengan Menlu Iran Abbas Araghchi pada Selasa, menurut Kementerian Luar Negeri Jepang.
Itu merupakan percakapan kedua antara Motegi dan Araghchi sejak serangan udara oleh Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada akhir Februari. Motegi dan Araghchi sebelumnya juga telah melakukan pembicaraan pada 9 Maret.
Pembicaraan berlangsung menjelang rencana kunjungan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi ke Washington untuk bertemu Presiden AS Donald Trump.
Motegi menyampaikan keprihatinan atas penahanan sejumlah kapal terkait Jepang di Teluk Persia di tengah konflik kawasan. Ia meminta Teheran mengambil langkah tepat untuk menjamin keselamatan pelayaran di jalur vital energi tersebut.
Sejak konflik memanas, Iran dilaporkan memblokir sebagian besar Selat Hormuz, yang berdampak pada pasar energi global.
Jepang sendiri bergantung pada Timur Tengah untuk lebih dari 90 persen impor minyak mentahnya.
Menurut kementerian, Araghchi menjelaskan posisi Iran. Sementara itu, Motegi juga mendesak penghentian serangan terhadap fasilitas sipil serta meminta pembebasan dua warga negara Jepang yang ditahan di Iran.
Keduanya sepakat untuk terus berkomunikasi guna membantu meredakan situasi.
Sumber: Kyodo
Pewarta: Yoanita Hastryka DjohanUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026