Bengkulu (ANTARA) - DPD RI menyebutkan ratusan pemudik yang mengikuti program mudik gratis tujuan Bengkulu tiba dengan selamat pada Minggu (15/3) malam.

"Banyak warga yang tidak mendapatkan tiket, sementara kondisi ekonomi juga belum sepenuhnya stabil. Karena itu Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin berinisiatif memfasilitasi pemudik bekerja sama dengan KAMSRI,” kata Kepala Biro Persidangan II DPD RI Untung Putrajaya lewat pesan elektronik di Bengkulu, Senin.

Program mudik gratis tersebut diinisiasi Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin bekerja sama dengan Kesatuan Angkatan Muda Sriwijaya (KAMSRI) untuk membantu masyarakat perantauan yang ingin pulang ke kampung halaman menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kedatangan para pemudik disambut oleh jajaran Kantor DPD RI Perwakilan Provinsi Bengkulu. Program tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat perantauan asal Bengkulu yang merantau di Pulau Jawa.

Menurut Untung Putrajaya program mudik gratis tersebut lahir dari keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang membutuhkan akses transportasi yang aman, layak, dan terjangkau agar dapat merayakan Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman.

Dia menjelaskan program tersebut tidak hanya menyasar mahasiswa, tetapi juga masyarakat umum asal Bengkulu serta wilayah Sumatera Bagian Selatan yang merantau di Pulau Jawa.

Informasi mengenai program mudik gratis itu juga disebarluaskan melalui media sosial agar dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan untuk pulang kampung.

Secara keseluruhan, sekitar 500 pemudik difasilitasi melalui program mudik gratis tersebut. Para peserta berasal dari berbagai daerah di Sumatera Bagian Selatan seperti Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, hingga Bengkulu.

Pengurus KAMSRI Muhammad Akmal Hidayatullah mengatakan tingginya kebutuhan transportasi menjelang lebaran menjadi alasan utama kolaborasi tersebut dilaksanakan.

"Peserta berasal dari berbagai daerah seperti Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, hingga Bengkulu," ujar Akmal.

Dia mengatakan khusus untuk pemudik dengan tujuan Bengkulu tercatat sekitar 140 orang mengikuti program tersebut.

Salah seorang peserta mudik gratis, Juna, mahasiswa Universitas Islam Negeri Bandung, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut.

Warga asal Ketahun, Kabupaten Bengkulu Utara, itu menilai fasilitas mudik gratis menjadi solusi bagi perantau yang kesulitan menanggung biaya perjalanan dan mendapatkan tiket menjelang lebaran.



Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor : Anom Prihantoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026