Kota Bengkulu (ANTARA) - Sebuah video yang memperlihatkan aksi sekelompok remaja yang diduga melakukan aksi gangster di kawasan Kota Bengkulu viral di media sosial. Video tersebut diunggah oleh akun Instagram infobengkulu_ dan langsung menuai berbagai reaksi dari warganet.
Dalam keterangan unggahan tersebut disebutkan bahwa beberapa anggota kelompok yang diduga gangster itu terlihat berkeliaran di kawasan depan Masjid Al Isra, Anggut Atas.
Sekitar pukul 02.30 WIB dini hari pada (16/3/2026). Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah remaja yang melintas menggunakan sepeda motor di jalanan pada malam hari.
Aksi tersebut pun memicu kekhawatiran masyarakat karena dinilai dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar. Warga berharap aparat keamanan dapat meningkatkan patroli untuk mencegah terjadinya aksi yang meresahkan.
Kolom komentar pada unggahan tersebut juga dipenuhi beragam tanggapan dari warganet. Sebagian besar dari mereka meminta aparat penegak hukum untuk bertindak tegas terhadap aksi yang diduga dilakukan oleh kelompok remaja tersebut.
Salah satu warganet menuliskan bahwa aparat seharusnya lebih aktif melakukan patroli malam hari.
“Alangkah susahnya berantas gangster di Bengkulu. Elok suruh patroli saja yang shift malam, daripada jaga markas tidak greget. Tidak mungkin jugoa penjahat hendak serbu markas” tulis @rizfian_ramadh**.
Komentar lain juga meminta agar para pelaku diberi efek jera agar tidak mengulangi perbuatannya. Beberapa warganet bahkan menilai aksi tersebut hanya dilakukan oleh anak-anak muda yang mencari perhatian di media sosial.
Selain itu, ada pula warganet yang menyoroti perilaku remaja yang dianggap semakin meresahkan. Mereka berharap orang tua maupun pihak terkait dapat lebih memperhatikan aktivitas anak-anak muda agar tidak terlibat dalam kegiatan negatif.
Warga berharap aparat keamanan dapat segera menindaklanjuti informasi tersebut demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Bengkulu.
Pewarta: Vonza Nabilla SuryawanEditor : Anom Prihantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026