Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Ribuan jamaah Muhammadiyah di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, melaksanakan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah dengan penuh khidmat di lima lokasi berbeda, Jumat (20/3) pagi.
Pelaksanaan ibadah ini tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga menjadi cerminan kuatnya nilai toleransi di tengah perbedaan penentuan 1 Syawal.
Ketua Pengurus Cabang (PC) Muhammadiyah Rejang Lebong, Ihsan Nulhakim, menyampaikan seluruh rangkaian Shalat Id berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan.
“Alhamdulillah, pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah yang dilaksanakan di lima lokasi hari ini berjalan lancar dan khidmat,” ujar Ihsan.
Lima titik pelaksanaan tersebut meliputi Lapangan Setia Negara Curup sebagai lokasi utama, Masjid Baiturahman di komplek SMKN 1 Rejang Lebong, Masjid Al Mujahidin Dusun Curup, Pondok Pesantren Muhammadiyah, serta Masjid Alwalidah di Desa Pal VIII, Kecamatan Bermani Ulu Raya.
Di lokasi utama, Lapangan Setia Negara Curup, jumlah jamaah diperkirakan mencapai lebih dari 2.000 orang yang datang dari berbagai kecamatan. Suasana ibadah berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan sejak dimulai pukul 07.45 WIB.
Di tengah adanya perbedaan penetapan 1 Syawal tahun ini, Ihsan menegaskan pentingnya menjaga sikap saling menghormati. Menurutnya, perbedaan dalam fikih merupakan hal yang wajar selama memiliki dasar dalil yang jelas.
“Kita semua saling menghargai hasil ijtihad masing-masing. Perbedaan ini harus disikapi sebagai khilafiyah yang positif, bukan sumber perpecahan,” katanya.
Pelaksanaan Shalat Id yang berlangsung damai ini pun menjadi simbol toleransi di tengah keberagaman umat Islam, khususnya dalam menyikapi perbedaan hari raya.
Sementara itu, di Lapangan Setia Negara Curup, Shalat Id dipimpin oleh imam M. Rafsanjani, dengan khutbah disampaikan oleh Wakil Ketua PC Muhammadiyah Rejang Lebong, Aprizaldi.
Dalam khutbahnya, Aprizaldi menyoroti pentingnya membangun kualitas sumber daya manusia, termasuk melalui dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah.
“Program ini adalah ikhtiar untuk menyiapkan generasi yang kuat secara intelektual dan fisik. Ini bagian dari upaya menciptakan masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Dengan pelaksanaan yang khidmat dan penuh semangat saling menghargai, Shalat Id Muhammadiyah di Rejang Lebong tahun ini menjadi contoh nyata bahwa perbedaan dapat berjalan beriringan dengan toleransi.
Pewarta: Nur MuhamadEditor : Anom Prihantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026