Jakarta (ANTARA) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan sekalipun stok energi di hampir seluruh dunia terdampak perang AS-Iran, Indonesia masih berada dalam kondisi yang aman.
“Sekalipun dalam kondisi yang memang hampir semua dunia kena, tetapi kita bersyukur kepada Allah, hari ini BBM di negara kita tercinta, baik bensin, solar, maupun LPG, terpenuhi dengan baik,” ujar Bahlil ketika melakukan sidak di Jawa Tengah, dipantau secara daring dari Kementerian ESDM Jakarta, Kamis.
Bahlil menjelaskan bahwa cadangan minyak Indonesia masih memenuhi standar minimal nasional yang berkisar di angka 21–28 hari. Ia menekankan, cadangan tersebut bukan berarti bahan bakar Indonesia akan habis dalam waktu 28 hari.
Cadangan itu akan terus terisi kembali setelah minyaknya terdistribusi, sebab pemerintah mengoptimalkan fasilitas pengolahan minyak berupa kilang-kilang yang ada di Indonesia.
Bahlil juga menyampaikan pasokan minyak mentah yang nantinya akan diolah dalam kilang-kilang tersebut telah dipastikan dalam kondisi yang aman, sebab pemerintah sudah mencari alternatif impornya.
“Kita tahu bahwa 20 persen dari crude (minyak mentah) kita itu diambil dari Selat Hormuz. Sekarang, kami sudah ganti ke tempat lain dan pasokannya insyaallah sudah mulai membaik,” ujar Bahlil.
Pewarta: Putu Indah SavitriUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026