Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Rejang Lebong memastikan ketersediaan blangko kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) dalam kondisi aman untuk beberapa bulan ke depan dengan menyiapkan 8.989 blangko.

"Stok blangko KTP-el yang kita miliki sampai hari ini sebanyak 8.989 keping, dan diperkirakan mencukupi hingga beberapa bulan ke depan," kata Kepala Disdukcapil Rejang Lebong Rosita di Rejang Lebong, Senin.

Ia mengatakan, jumlah tersebut merupakan hasil penambahan pasokan dari pemerintah pusat melalui Disdukcapil Provinsi Bengkulu sebanyak 8.000 keping, yang melengkapi sisa stok sebelumnya.

Dengan ketersediaan tersebut, pelayanan pencetakan KTP-el dipastikan berjalan lancar, terutama untuk kebutuhan rutin masyarakat.

Adapun prioritas penggunaan blangko KTP-el meliputi perekaman bagi pemula yang telah berusia 17 tahun, penggantian kartu rusak atau hilang, serta pembaruan data akibat perubahan status seperti perkawinan, pekerjaan, maupun alamat.

Disdukcapil setempat juga mengimbau masyarakat yang belum memiliki KTP-el atau ingin memperbarui data agar segera mendatangi kantor pelayanan dengan membawa persyaratan yang diperlukan.

"Kami pastikan pelayanan pencetakan berjalan lancar karena dukungan blangko sangat mencukupi. Masyarakat diharapkan datang ke kantor untuk melakukan perekaman data sebelum KTP diterbitkan," kata Rosita.

KTP-el memiliki sejumlah manfaat penting bagi masyarakat, terutama sebagai identitas resmi yang berlaku secara nasional.

Dokumen ini menjadi syarat utama dalam mengakses berbagai layanan publik, seperti pengurusan paspor, pendaftaran BPJS Kesehatan, hingga administrasi perbankan. Selain itu, sistem berbasis data kependudukan terpusat pada KTP-el dinilai mampu meningkatkan keakuratan identitas serta mencegah potensi pemalsuan data.

Tidak hanya itu, KTP-el juga berperan penting dalam mendukung pelaksanaan program pemerintah, seperti penyaluran bantuan sosial, pendataan penduduk, dan penyelenggaraan pemilihan umum.

Keberadaan chip elektronik yang menyimpan data biometrik membuat proses verifikasi identitas menjadi lebih aman dan efisien, sehingga mempermudah masyarakat dalam mengakses berbagai layanan yang membutuhkan validasi data diri.



Pewarta: Nur Muhamad
Editor : Anom Prihantoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026