Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, tengah menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 yang difokuskan pada kebutuhan prioritas masyarakat guna menyiasati kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
Plt Bupati Rejang Lebong Hendri Praja di Rejang Lebong, Kamis, mengatakan bahwa perencanaan pembangunan yang terintegrasi dan berbasis kebutuhan riil sangat krusial agar setiap program yang digulirkan tepat sasaran.
"Pentingnya perencanaan pembangunan yang terintegrasi dan berbasis kebutuhan masyarakat, sehingga bisa tepat sasaran," ujar Hendri pada acara Musrenbang RKPD Kabupaten Rejang Lebong Tahun 2027.
Dia menjelaskan, proses musrenbang ini merupakan implementasi pendekatan perencanaan bottom-up, partisipatif, serta teknokratis. Tujuannya adalah menyelaraskan RKPD dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) nasional sekaligus menyerap aspirasi mulai dari tingkat desa.
Wakil Gubernur Bengkulu Mian menekankan, bahwa di tengah pengurangan transfer ke daerah dan dana desa (TKDD), pemerintah daerah dituntut untuk lebih selektif dalam memetakan program kerja.
"Penekanannya adalah, kita tidak bisa tidak mengakomodir semua aspirasi masyarakat, maka dalam musrenbang ini dipilah-pilah mana skala prioritas saja," kata Mian.
Ditambahkan Mian, efisiensi anggaran tidak boleh menyurutkan semangat kerja. Salah satu fokus utama Pemerintah Provinsi Bengkulu adalah percepatan pembangunan infrastruktur jalan dengan target seluruh jalan provinsi dalam kondisi mantap pada akhir 2029 melalui kolaborasi bersama APBN.
Selain infrastruktur jalan, dia juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Rejang Lebong menjadi satu-satunya daerah di provinsi tersebut yang terpilih sebagai lokasi pembangunan SMA Garuda.
"Saat ini sudah clear, persiapan dan legalitas lahannya sudah selesai dan tahun 2026 ini akan dilakukan ground breaking pembangunan SMA Garuda," terangnya.
Terkait kondisi geografis Rejang Lebong yang berbukit, perencanaan 2027 juga akan mendapat bantuan penanganan bencana dari Pemprov Bengkulu yang menitikberatkan pada mitigasi dampak cuaca ekstrem, penanganan bencana, serta penataan ruang.
Selain itu, Rejang Lebong juga mendapat dukungan pendanaan internasional melalui hibah NGO luar negeri lewat Kementerian Kehutanan untuk program perhutanan sosial.
Dari total bantuan Rp23 miliar untuk Provinsi Bengkulu, Rejang Lebong mendapatkan porsi terbesar yang akan dialokasikan bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan hutan.
Pewarta: Nur MuhamadUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026