Jakarta (ANTARA) - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyebut peristiwa delapan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang menjadi korban di Lebanon harus menjadi momentum bagi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk bertindak lebih tegas dan nyata terhadap Israel.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP Said Abdullah mengatakan langkah itu harus dilakukan PBB sebagai pembuktian organisasi tersebut masih berfungsi.

"Kita berduka atas gugurnya tiga orang prajurit TNI yang bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian atas nama PBB dan lima TNI lainnya mengalami luka-luka," ujar Said dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, aksi penyerangan tentara Israel terhadap pasukan perdamaian PBB menunjukkan mereka merasa berdiri di atas hukum.

Jika dihitung sejak Oktober 2024, kata dia, tentara Israel telah melakukan serangan sebanyak 25 kali terhadap properti dan pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon.

Untuk itu, dirinya menilai tragedi berulang yang dilakukan oleh Israel tersebut seolah mendapatkan impunitas, seperti halnya kejahatan kemanusiaan yang dilakukan di Gaza, Palestina.

"Dunia dan PBB seolah tak kuasa menahan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh Israel," tutur dia.

Oleh karena itu, dia menyerukan kepada Dewan HAM PBB dan/atau negara-negara berdaulat untuk melaporkan Israel ke Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court/ICC) atas tindakannya

Tindakan berulang Israel di Lebanon dan Gaza, sambung Said, merupakan bukti nyata atas pelanggaran Piagam PBB dan kejahatan kemanusiaan.



Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026