Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menyalurkan bantuan untuk 33 warga Desa Sumber Urip, Kecamatan Selupu Rejang, yang rumahnya mengalami kerusakan akibat bencana angin puting beliung yang terjadi pada Sabtu  (4/4) kemarin.

Pelaksana tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong Hendri Praja saat meninjau lokasi terdampak di Kecamatan Selupu Rejang, Minggu, mengatakan kehadiran jajaran pemerintah daerah bertujuan  memastikan kondisi warga serta menginventarisasi kebutuhan mendesak pascabencana.

"Kami hadir untuk melihat langsung dampak puting beliung yang terjadi kemarin, sekaligus memastikan kondisi warga dan kebutuhan mendesak yang harus segera ditangani," kata dia.

Dia menjelaskan sebagai langkah awal pada penanganan bencana tersebut dengan menyalurkan bantuan berupa kasur, terpal, dan logistik bahan makanan, untuk warga yang rumahnya mengalami kerusakan.

Pada penanganan kejadian ini, pihaknya telah menginstruksikan Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Baznas setempat untuk melakukan pendataan detail mengenai kebutuhan material bangunan.

"Kami minta dilakukan pendataan menyeluruh, mulai dari kerusakan rumah hingga kebutuhan material seperti seng dan bata, agar penanganan perbaikan bisa tepat sasaran," ucapnya.

Selain bantuan fisik, dia juga meminta pihak kecamatan untuk terus memantau stabilitas fasilitas umum, terutama jaringan listrik yang rentan terganggu akibat cuaca ekstrem.

Kepala Desa Sumber Urip Sri Wahyudi melaporkan bahwa berdasarkan data sementara, terdapat 33 rumah warga yang terdampak bencana itu.

"Sebanyak 33 rumah terdampak, terdiri dari 15 rumah rusak berat dan 18 rusak ringan. Sebagian besar kerusakan terjadi pada bagian atap yang terbang serta dinding rumah yang roboh," kata Sri Wahyudi.

Menurut Sri Wahyudi, Desa Sumber Urip memang kerap dilanda angin puting beliung, namun kejadian kali ini dinilai merupakan yang terparah jika dibandingkan dengan kejadian pada tahun 2025.



Pewarta: Nur Muhamad
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026