Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Bengkulu menyiapkan logistik dan upaya evakuasi darurat untuk menangani banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Bengkulu.

"Pemerintah Provinsi Bengkulu siap memberikan dukungan penuh kepada daerah terdampak," kata Asisten I Setda Provinsi Bengkulu Khairil Anwar di Bengkulu, Senin.

Kemudian, Pemerintah Provinsi Bengkulu kata dia juga mendukung pemenuhan kebutuhan logistik, perahu karet, dapur umum, tenaga kesehatan, hingga posko pengungsian.

"Kebutuhan logistik hingga posko pengungsian telah kami siapkan dan akan segera kami dukung sesuai dengan kebutuhan di lapangan," kata dia lagi.

Khairil Anwar juga menyampaikan Pemerintah Provinsi Bengkulu terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk memastikan penanganan banjir berjalan optimal.

Pemerintah Provinsi Bengkulu, menggelar rapat koordinasi penanganan bencana bersama Pemerintah Kota Bengkulu, Kabupaten Lebong serta unsur terkait lainnya.

Dalam rapat tersebut, pemerintah provinsi menegaskan terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk memastikan penanganan banjir berjalan optimal dan tepat sasaran.

Selain membahas banjir, rapat juga menyoroti musibah kapal nelayan yang karam akibat cuaca buruk. Kapal yang membawa dua orang dilaporkan tenggelam setelah dihantam arus dan gelombang, dengan satu korban selamat dan satu lainnya sempat dinyatakan hilang.

Berdasarkan keterangan saksi di lapangan, korban yang hilang diduga telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah terlihat mengapung di perairan sekitar lokasi kejadian.

Untuk bencana banjir dan longsor, kata dia, di Kabupaten Lebong pemerintah mencatat sementara enam kecamatan dan 15 desa terdampak, dengan sekitar 1.200 rumah terdampak. 

Bantuan awal berupa personel dan perahu karet telah disalurkan untuk mendukung proses evakuasi warga. Pemerintah juga menyiapkan bantuan logistik seperti beras dan kebutuhan pangan, serta memastikan kesiapan tenaga kesehatan dan obat-obatan melalui koordinasi dengan dinas terkait di daerah.

Sementara itu, di Kota Bengkulu, upaya penanganan terus dilakukan dengan evakuasi warga terdampak, termasuk kelompok rentan yang membutuhkan penanganan khusus.

Khairil Anwar menegaskan bantuan dari pemerintah provinsi akan disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan agar distribusi sumber daya dapat merata ke seluruh wilayah terdampak.

Dalam rapat tersebut juga dibahas pentingnya penyebaran informasi cepat dan akurat melalui kanal resmi seperti media sosial, Telegram, dan WhatsApp guna memastikan masyarakat memperoleh informasi terkait kondisi banjir dan bantuan yang tersedia.

Pemerintah mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak mudah percaya informasi yang belum jelas sumbernya, serta selalu mengacu pada informasi resmi dari pemerintah dan instansi terkait.



Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor : Anom Prihantoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026