Kota Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu, dalam waktu dekat akan menerapkan Program English Day (Hari Berbahasa Ingris) yang akan dilaksanakan pada tahun ajaran baru 2026 - 2027 untuk para siswa di wilayah tersebut.
Penerapan Program English Day tersebut tidak hanya bagi siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP), tetapi juga PAUD, termasuk guru dan tenaga administrasi, diwajibkan menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi selama satu hari penuh setiap pekan.
"English Day menjadi misi unggulan kami pada 2026. Kami ingin menghilangkan rasa canggung dalam berbahasa asing. Anak-anak harus dibiasakan berani berbicara Bahasa Inggris, tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga dalam interaksi sehari-hari di lingkungan sekolah," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bengkulu Ilham Putra di Bengkulu, Selasa.
Program tersebut, lanjutnya, menjadi investasi jangka panjang untuk membangun kepercayaan diri siswa sejak dini, khususnya di Kota Bengkulu.
Ia menyebut saat ini pembelajaran bahasa asing dinilai masih berfokus pada teori dan tata bahasa. Dengan adanya program tersebut Pemkot Bengkulu mendorong perubahan pendekatan menjadi praktik langsung atau learning by doing.
Dengan menciptakan lingkungan yang mendorong penggunaan Bahasa Inggris secara aktif, kata dia, kemampuan siswa diharapkan terbentuk secara alami melalui kebiasaan sehari-hari.
Lanjut Ilham, penguasaan Bahasa Inggris bekal penting bagi generasi muda untuk mengakses ilmu pengetahuan, serta membuka peluang karir yang lebih luas di masa depan.
"Pemkot Bengkulu berharap dengan adanya kebijakan tersebut dapat meningkatkan kualitas pendidikan serta membentuk lulusan yang lebih percaya diri dan siap bersaing di tingkat yang lebih tinggi," ujarnya.
Sementara itu Pemkot Bengkulu juga telah menerapkan ujian lokal yaitu Ujian Tobo Kito (UTK) untuk siswa tingkat SD dan SMP baik negeri maupun swasta di wilayah tersebut.
Pelaksanaan UTK tersebut dilakukan guna menguji kemampuan para siswa kelas akhir tingkat SD dan SMP usai Ujian Nasional (UN) yang telah lama tidak dilaksanakan sebagai syarat kelulusan para siswa.
Untuk pelaksanaan UTK akan digelar pada September 2025 dan diikuti oleh seluruh murid kelas 6 SD dan kelas 3 SMP sederajat yang ada di Kota Bengkulu.
Untuk pelaksanaan ujian berbasis lokal tersebut tetap berpedoman pada standar nasional dengan materi pelajaran yang akan diikutsertakan mengacu pada tes kemampuan akademik yang direncanakan oleh pemerintah pusat yaitu Matematika dan Bahasa Indonesia
Ilham menerangkan pelaksanaan ujian tersebut dilakukan guna mencari pelajar yang memiliki prestasi di bidang akademik, dan nantinya siswa yang memiliki nilai terbaik di setiap sekolah akan kembali diuji agar nantinya mendapatkan pelajaran dengan nilai terbaik dan nantinya diberikan hadiah dari Pemkot Bengkulu.
Pewarta: Anggi MayasariUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026