Bengkulu (ANTARA) - Gubernur Bengkulu Helmi Hasan memastikan kelancaran distribusi bahan pokok ke sejumlah wilayah terdampak bencana banjir dan longsor di daerah setempat.

"Kebutuhan pokok tidak boleh terputus penyalurannya. Selain dari Dinas Sosial, Baznas, dapur umum, ataupun pihak lain, sedekah nasi bungkus dari ASN harus dimaksimalkan dan disalurkan kepada para korban," kata dia di Bengkulu, Selasa.

Ia menekankan pentingnya ketersediaan kebutuhan pokok yang harus didistribusikan kepada masyarakat terdampak banjir, khususnya selama masa tanggap darurat.

Cuaca ekstrem melanda Provinsi Bengkulu menyebabkan banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung di sejumlah wilayah.

Berdasarkan pembaruan terbaru pada Selasa pagi, bencana terjadi di Kabupaten Lebong, Rejang Lebong, Kepahiang, Bengkulu Tengah, Seluma, dan Kota Bengkulu. Kondisi terparah dilaporkan terjadi di Kabupaten Lebong.

Peristiwa tersebut mendapat perhatian khusus Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Gubernur Helmi Hasan menegaskan perlunya langkah konkret dalam penanganan tanggap darurat bencana.

Dalam rapat koordinasi secara daring bersama pemerintah daerah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bengkulu, dan seluruh pihak terkait, ia menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memastikan kesiapan berbagai peralatan, terutama perahu karet.

Ia juga menyoroti kondisi saluran air di sejumlah daerah yang perlu mendapat perhatian serius guna mencegah banjir di masa depan.

"Normalisasi saluran air harus dimaksimalkan, tidak hanya saat terjadi bencana. Jika saluran terjaga, tentu tidak akan terjadi penyumbatan," kata dia.

Faktanya, kata dia, pemeliharaan drainase sudah lama tidak dilakukan. Padahal berbagai upaya bisa lebih mudah dilakukan dengan dukungan semua pihak.

"Memang terjadi efisiensi, namun yang perlu diingat, Indonesia dikenal dengan semangat gotong royong. Misalnya melalui kegiatan Jumat Bersih, kita membersihkan saluran besar dan kecil," ucapnya.

Untuk itu, dia meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Bengkulu segera menindaklanjuti, termasuk melakukan penanganan terhadap infrastruktur yang terdampak.

"Saya mendapat informasi bahwa jembatan di Kabupaten Seluma yang baru dibangun saat ini kembali rusak akibat banjir. Mohon segera dicek dan ditangani," ujar dia.



Pewarta: Boyke Ledy Watra
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026