Kota Bengkulu (ANTARA) - KKT Bencoolen akhirnya angkat bicara terkait keresahan masyarakat yang kerap muncul setiap tahun menjelang perayaan Tabut.
Dalam pengumuman resminya di Instagram @media.kktbencoolen, KKT Bencoolen menyampaikan permohonan maaf kepada warga Bengkulu atas maraknya praktik pungutan liar (pungli) yang mengatasnamakan organisasi tersebut.
Fenomena ini disebut terus berulang dan menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat, terutama saat mendekati bulan Islam Muharam, yang pada tahun ini akan bertepatan dengan bulan Juni.
Banyak pihak tidak bertanggung jawab diduga memanfaatkan momentum budaya tersebut untuk meminta sumbangan secara ilegal.
Dalam pernyataannya, KKT Bencoolen menegaskan bahwa mereka tidak pernah meminta sumbangan kepada masyarakat di luar aturan yang telah ditetapkan.
Baca juga: Gubernur Bengkulu canangkan Festival Tabut berskala internasional
Baca juga: Pemkot Bengkulu kerahkan 30 petugas kebersihan pada Festival Tabut
Seluruh kegiatan resmi telah memiliki mekanisme yang jelas dan terstruktur, sehingga jika ditemukan permintaan dana di luar itu, dipastikan bukan berasal dari pihak mereka.
“Kami dari KKT Bencoolen menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Bengkulu atas keresahan yang kerap terjadi setiap tahunnya terkait pungutan liar (pungli) yang mengatasnamakan KKT Bencoolen,” tulis akun tersebut pada Rabu (8/4).
Pewarta: Vonza Nabilla SuryawanEditor : Anom Prihantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.