Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama TNI memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana megathrust sebab daerah setempat berada di wilayah yang disebut Cincin Api Pasifik.
"Ini tentu harus menjadi kolaborasi bersama para pemangku kepentingan dengan jajaran TNI. Apabila bencana terjadi, Bengkulu harus siap karena wilayah ini berada di Cincin Api Pasifik,” kata Wakil Gubernur Bengkulu Mian di Bengkulu, Jumat.
Pemerintah Provinsi Bengkulu telah menggelar rapat koordinasi Latihan Kesiapsiagaan Nasional Bencana Alam Megathrust Kogabwilhan I 2026 bersama Korem 041 Gamas Bengkulu sebagai salah satu langkah awal kesiapsiagaan.
Ia menegaskan pentingnya kesiapan seluruh pihak mengingat posisi geografis daerah setempat yang dikenal sebagai "Bumi Merah Putih" itu, berada di jalur rawan bencana.
Dia menjelaskan Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire merupakan kawasan pertemuan lempeng tektonik aktif yang menyebabkan wilayah di sepanjang jalur rentan mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi.
Secara geografis, Provinsi Bengkulu juga terletak di pesisir barat Pulau Sumatra dan berbatasan langsung dengan Samudra Hindia.
Kondisi itu menjadikan Bengkulu rawan terhadap bencana, seperti gempa bumi megathrust, aktivitas vulkanik, dan tsunami akibat zona subduksi lempeng tektonik.
Danrem 041 Gamas Bengkulu Brigjen TNI Jatmiko Aryanto menyampaikan rapat koordinasi yang telah digelar bertujuan menyelaraskan peran dan keterlibatan perangkat daerah dalam penanganan bencana megathrust.
"Kegiatan ini telah diprogramkan di tiga provinsi yaitu Bengkulu, Lampung, dan Sumatera Barat. Rapat ini bertujuan untuk menyinkronkan koordinasi dengan instansi pemerintah daerah seperti BPBD agar terjalin sinergi yang kuat dalam pelaksanaannya,” ujar dia.
Menurut dia, sinergi antara TNI dan pemerintah daerah, dan seluruh elemen menjadi kunci utama dalam mempercepat respons serta meminimalkan dampak bencana yang mungkin terjadi di wilayah rawan seperti Bengkulu.
Pewarta: Boyke Ledy WatraUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026