Kota Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu  meningkatkan pelayanan penapisan dan pengobatan pasien Human Immunodeficiency Virus (HIV) pada 2026 di fasilitas kesehatan guna memperkuat deteksi dini dan memastikan pasien mendapatkan penanganan tepat dan berkelanjutan.

"Dengan banyaknya fasilitas layanan kesehatan yang tersedia, diharapkan mampu memberikan dukungan dan layanan prima bagi masyarakat," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Nelli Hartati di Bengkulu, Senin.

Saat ini, 20 puskesmas di Kota Bengkulu dapat melaksanakan skrining HIV, untuk layanan deteksi dini juga didukung oleh enam rumah sakit pemerintah, lima rumah sakit swasta, serta 51 klinik.

Ia menyebut dari seluruh fasilitas tersebut, terdapat 21 layanan kesehatan yang dapat memberikan pengobatan HIV, dengan fasilitas tersebut berasal dari sembilan rumah sakit, tiga klinik, dan sembilan puskesmas.

Pada Januari hingga Maret 2026, tercatat 32 kasus baru HIV di Kota Bengkulu.

"Keterlambatan penanganan sering disebabkan oleh stigma yang masih dirasakan oleh penderita. Banyak yang khawatir dan takut diketahui orang lain, sehingga enggan memeriksakan diri. Akibatnya, saat datang ke fasilitas kesehatan, kondisi sudah dalam tahap lanjut dan lebih sulit ditangani," ujar dia.

Untuk itu, Dinas Kesehatan Kota Bengkulu mengajak seluruh masyarakat, khususnya kelompok dengan faktor risiko, melakukan pemeriksaan sejak dini.

Dengan deteksi dan pengobatan yang tepat waktu, katanya, kualitas hidup penderita dapat tetap terjaga sekaligus menekan risiko penularan.

"Pemerintah Kota Bengkulu berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan HIV terus meningkat, sehingga upaya pencegahan dan pengendalian dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan," katanya.

Pemkot Bengkulu menargetkan tujuh ribu warga di wilayah tersebut menjalani pemeriksaan kesehatan guna mengantisipasi terjadinya penyebaran HIV tahun ini.

Hal tersebut sebagai salah satu upaya pencegahan oleh pemerintah kota sebab, selama awal 2026 angka kasus HIV di Kota Bengkulu mencapai 13 orang.

Metode skrining tersebut dengan jemput bola dilakukan tim kesehatan didampingi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bengkulu. Mereka turun ke sejumlah lokasi, mulai dari kawasan Mega Mall Pasar Minggu, rumah kos, hingga lokasi hiburan malam.



Pewarta: Anggi Mayasari
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026