Bengkulu (ANTARA) - Sorotan publik terhadap isu kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan di lingkungan kampus kembali mencuat. Setelah sebelumnya mencuat kasus di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI), kini perhatian publik beralih ke Institut Teknologi Bandung (ITB), tepatnya pada Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT).
Perhatian ini dipicu oleh beredarnya sebuah video penampilan lagu berjudul “Erika” dalam sebuah kegiatan kemahasiswaan. Video tersebut viral di media sosial karena liriknya dinilai mengandung unsur seksis objektivikasi terhadap perempuan, yaitu menganggap perempuan sebagai objek saja, bukan sebagai manusia utuh.
Hal tersebut dianggap sensitif terhadap norma yang berkembang di masyarakat saat ini.
Dalam video yang beredar, tampak sekelompok mahasiswa menyanyikan lagu tersebut secara bersama-sama di atas panggung.
Namun, bagian lirik yang ditampilkan menuai kritik keras karena dinilai merendahkan perempuan dan mengandung nuansa seksual yang tidak pantas, terlebih dalam konteks lingkungan akademik.
Baca juga: Begini pelecehan chat vulgar belasan mahasiswa Universitas Indonesia hingga fakultas buka suara
Baca juga: Mahasiswa UPI kembangkan alat pengering singkong berbasis energi surya
Lagu “Erika” sendiri bukanlah karya baru. Lagu tersebut disebut telah menjadi bagian dari tradisi internal HMT ITB sejak sekitar tahun 1980-an, bahkan telah dinyanyikan lintas generasi.
Selama puluhan tahun, lagu tersebut terus digunakan dalam berbagai kegiatan tanpa banyak mendapat sorotan publik. Namun, perubahan sensitivitas sosial serta meningkatnya kesadaran terhadap isu kesetaraan gender membuat konten seperti ini kini mendapat perhatian serius.
Pewarta: Vonza Nabilla SuryawanEditor : Anom Prihantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026