Kabupaten Bengkulu Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, terus melanjutkan bekerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA) yang telah dilakukan sejak awal tahun guna menekan pengeluaran dana atau efisiensi anggaran.
Hal tersebut dilakukan setelah pemerintah daerah itu melakukan evaluasi sistem kerja WFA pada triwulan pertama tahun 2026 dan menunjukkan adanya efisiensi anggaran yang cukup signifikan di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemkab Bengkulu Tengah.
"Memang sejak Januari 2026 kita telah menerapkan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) dan WFA. Berdasarkan hasil evaluasi kita ternyata terjadi penurunan signifikan terhadap belanja-belanja rutin," kata Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Riyanto, di Karang Tinggi, Kamis.
Seperti pada biaya listrik, pada triwulan pertama 2026 Pemkab Bengkulu Tengah menetapkan sistem WFA dengan tiga hari di kantor dan dua hari WFA, biaya listrik pada awal tahun 2025 mencapai Rp226 juta, sedangkan awal tahun ini hanya Rp80 juta.
Untuk itu, pemerintah daerah melanjutkan program WFA hingga tiga bulan ke depan dan akan melakukan evaluasi pada Juli guna memastikan pelaksanaan efisiensi anggaran tersebut apakah akan dilanjutkan atau seperti apa.
Meskipun Pemkab Bengkulu Tengah menerapkan sistem kerja WFA, namun Rachmat memastikan bahwa untuk pelayanan publik kepada masyarakat tetap berjalan secara maksimal.
Sebab, pemberlakuan kebijakan WFA tersebut tidak diberlakukan bagi instansi atau OPD yang bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti pelayanan administrasi kependudukan dan catatan sipil, rumah sakit, puskesmas, dan lainnya.
"Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah menargetkan efisiensi anggaran tetap terjaga tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat," terang Rachmat.
Pewarta: Anggi MayasariUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026