Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu memastikan layanan hemodialisis di RSUD dr. M. Yunus kembali berjalan normal setelah sempat tertunda akibat keterlambatan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP).
"Kami sudah melihat langsung dan menerima keluhan dari masyarakat. Kami mewakili gubernur menyampaikan permohonan maaf atas kendala ini," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu Herwan Antoni di Bengkulu, Kamis.
Ia menjelaskan keterlambatan layanan terjadi karena stok BMHP habis akibat kendala pengiriman oleh pihak ekspedisi. Kondisi tersebut sempat membuat sejumlah pasien cuci darah harus menunggu pelayanan.
Herwan mengatakan pemerintah daerah bergerak cepat dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD dr. M. Yunus untuk memastikan penanganan dilakukan secara maksimal dan pelayanan segera kembali normal.
Dia memastikan pelayanan kembali normal dan optimal bagi para pasien. Pemerintah juga memberikan perhatian kepada pasien dan keluarga yang menunggu dengan menyiapkan konsumsi berupa nasi kotak.
"Kami menyiapkan nasi kotak untuk makan siang seiring pelayanan yang kembali dimulai," katanya.
Herwan menegaskan seluruh petugas diminta siaga agar seluruh pasien yang sempat tertunda dapat terlayani hingga tuntas, meskipun pelayanan harus berlangsung sampai malam hari.
Direktur RSUD dr. M. Yunus, Hery Kurniawan menyampaikan pihak rumah sakit mengambil langkah cepat dengan menjemput langsung BMHP yang tertahan di wilayah Kabupaten Seluma menggunakan ambulans.
“Karena proses pengiriman mengalami kendala dan belum ada respons dari pihak ekspedisi, kami berinisiatif menjemput langsung BMHP tersebut menggunakan ambulans rumah sakit,” ujar Hery.
Ia menyatakan langkah tersebut dilakukan agar pelayanan pasien dapat segera berjalan kembali pada hari yang sama tanpa menunggu kepastian dari pihak ekspedisi.
Pewarta: Boyke Ledy WatraUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026