Mukomuko Bengkulu (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, meminta masyarakat waspada terhadap potensi musim kemarau yang diprediksi terjadi pada bulan Mei 2026.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kabupaten Mukomuko Ahmad Hidayat Syah saat dihubungi dari Bengkulu, mengatakan, pihaknya mendapat informasi dari BMKG terkait adanya potensi musim kemarau pada bulan Mei 2026.

"Dari informasi tersebut, maka tindak lanjutnya BMKG telah mengeluarkan peringatan dini dan musim kemarau ini diprediksi terjadi beberapa pulau Sumatera termasuk daerah kita," katanya.

Dengan adanya informasi tentang potensi musim Kemarau yang diprediksi melanda daerah ini, kata dia, daerah ini ada potensi rawan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.

Untuk itu, dia minta masyarakat berhati-hati melakukan aktivitas membakar seperti membuka lahan pertanian maupun perkebunan, termasuk membakar sampah dan membuang puntung rokok sembarangan. 

"Musim kemarau membuat lahan menjadi kering sehingga memudahkan lahan terbakar, apalagi sebagian kebun sawit petani setempat berada di lahan gambut," ujarnya.

Selain itu, musim kemarau juga berdampak terhadap berkurangnya sumber air baik dari sungai maupun sumur gali dan sumur bor milik masyarakat.

Untuk itu, dalam situasi kekurangan air selama musim kemarau, masyarakat harus belajar berhemat dan menggunakan air seperlunya atau tepat sasaran.

Selanjutnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan relawan yang ada di setiap wilayah kecamatan untuk menyampaikan informasi dari BMKG tentang potensi musim kemarau yang diprediksi terjadi bulan Mei 2026 kepada masyarakat.

Sementara itu, kata dia, BPBD Mukomuko saat ini memiliki sejumlah peralatan seperti mobil tangki air untuk menyuplai air di sejumlah wilayah yang mengalami krisis air ketika terjadi musim kemarau.

Kemudian, BPBD Mukomuko juga memiliki delapan tedmon atau tangki air yang bisa digunakan oleh masyarakat menampung air yang dibutuhkan untuk kebutuhan sehari-hari, serta mesin air untuk menyedot air dari sungai ke tempat penampungan air. 

 



Pewarta: Ferri Aryanto
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026