Kota Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu memastikan ketersediaan Vaksin Anti-Rabies (VAR) di wilayah tersebut cukup dan dalam kondisi aman guna mengantisipasi terjadinya kasus gigitan hewan penular rabies.
"Untuk stok vaksin anti-rabies saat ini masih tersedia sekitar 3.500 dosis dan didistribusikan secara bertahap sesuai pengajuan dari Dinas Kesehatan kabupaten/kota," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu Edriwan Mansyur di Kota Bengkulu, Jumat.
Meski vaksin tersedia, lanjut dia, masyarakat tetap diminta waspada sebab kasus gigitan hewan penular rabies di Provinsi Bengkulu saat ini cukup tinggi.
Berdasarkan data terbaru, kata dia, kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) telah mencapai 581 kejadian, tertinggi berada di Kabupaten Rejang Lebong yaitu 135 kasus.
Kemudian Kota Bengkulu dengan 57 kasus, Kabupaten Bengkulu Selatan 81 kasus, Kabupaten Bengkulu Utara 60 kejadian, dan Kabupaten Kaur empat kejadian.
Selain itu di Kabupaten Seluma dengan 121 kasus, Kabupaten Mukomuko 31 kasus, Kabupaten Lebong 42 kasus, Kabupaten Bengkulu Tengah delapan kasus, dan Kabupaten Kepahiang yaitu 42 kasus.
Edriwan menyebut penanganan awal yang dapat dilakukan oleh masyarakat jika mengalami gigitan hewan penular rabies yaitu segera mencuci luka bekas gigitan menggunakan sabun dan air mengalir selama kurang lebih 20 menit sebab dapat mengurangi risiko penularan virus rabies hingga 80 persen.
"Setelah melakukan pertolongan pertama, korban gigitan diimbau untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat, seperti puskesmas, guna mendapatkan penanganan lanjutan berupa pemberian vaksin anti-rabies," jelas dia.
Untuk itu ia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan khususnya untuk pemilik hewan peliharaan seperti anjing, kucing, dan kera diminta segera vaksinasi hewan secara rutin sebagai upaya pencegahan penyebaran rabies.
Selain itu Pemprov Bengkulu terus mengintensifkan sosialisasi serta berbagai langkah pencegahan di lapangan guna menekan angka kasus rabies.
Dengan dilakukannya sosialisasi, kata dia, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya rabies meningkat dan mempercepat penanganan jika terjadi kasus gigitan hewan penular rabies.
Pewarta: Anggi MayasariUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026