Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Cabang Rejang Lebong yang membawahi tiga kabupaten di Provinsi Bengkulu terhitung Januari hingga pertengahan April 2026 telah menyerap gabah petani di wilayah itu sebanyak 1.851,5 ton gabah kering panen (GKP).
"Sampai dengan tanggal 19 April 2026 kemarin, realisasi penyerapan gabah kering panen oleh Perum Bulog Cabang Rejang Lebong sudah mencapai 1.851,5 ton. Jumlah ini melebihi target yang ditentukan tahun 2026 sebanyak 1.000 ton GKP," kata Pimpinan Bulog Rejang Lebong A Musalim Yudha saat dihubungi di Rejang Lebong, Senin.
Dia menjelaskan, gabah petani yang diserap oleh pihaknya itu sebagian besar berasal dari wilayah Kabupaten Lebong yang menjadi salah satu sentra produksi padi di Provinsi Bengkulu.
Selain menyerap gabah, kata dia, pihaknya juga telah melakukan penyerapan beras kualitas medium dari petani sebanyak 237,7 ton dari target sepanjang tahun 2026 sebanyak 812 ton.
Menurut dia, gabah kering panen yang diserap ini dibeli sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yakni sebesar Rp6.500 per kilogram, dan untuk beras sebesar Rp12.000 per kilogram.
Sejauh ini pengadaan beras dan gabah oleh Bulog Cabang Rejang Lebong, tambah dia, mayoritas berasal dari Kabupaten Lebong, sedangkan sebagian kecil lagi berasal dari Kabupaten Kepahiang dan Rejang Lebong.
Untuk mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani di Kabupaten Lebong pihaknya telah menggandeng penggilingan padi lokal serta telah melakukan koordinasi dengan Pemkab Lebong, kemudian Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Dinas Pertanian Lebong, dan Kodim 0409/Rejang Lebong.
Berdasarkan pengamatan petugas Bulog Cabang Rejang Lebong di lapangan saat ini musim panen di Kabupaten Lebong sudah hampir berakhir, kendati demikian pihaknya akan terus menyerap hasil panen petani secara optimal selama periode panen berlangsung.
Pewarta: Nur MuhamadUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026