Badung (ANTARA) - Sejumlah remaja perempuan yang merupakan peselancar tuli menaklukkan ombak Pantai Kuta dalam rangka menyambut Hari Kartini.
Ayu Intan Melisa Maharani yang merupakan salah satu peselancar tuli dibantu penerjemahnya mengaku senang bisa tampil, bahkan tidak kesulitan menerjang ombak dengan berkebaya.
“Perasaan saya ikut acara ini senang sekali, jadi meskipun kami memakai kebaya itu bukan tantangan, tidak ada masalah, ayo dukung acara Kartini ini,” kata Ayu Intan di Kabupaten Badung, Bali, Minggu.
Remaja usia 21 tahun tersebut bercerita bahwa berselancar adalah hobinya.
Kegemaran ini muncul sejak 2022, yaitu ketika ia pertama kali diajarkan meliak-liuk di atas ombak dengan sebuah papan selancar.
Meski terbatas dalam pendengaran, Ayu Intan tak pernah berhenti mencintai selancar, terbukti mengikuti kegiatan berselancar di Pantai Kuta khususnya Kartini Go Surf ini sudah ia lakukan ketiga kalinya.
Selain Ayu Intan dan lima peselancar tuli yang menamai diri Team Corti Deaf Surfers, dalam rangka Hari Kartini remaja perempuan lainnya turut bergabung.
“Untuk acara Kartini Go Surf 2026 ini senang banget bisa ikut partisipasi, kalau saya biasanya berselancar di kota saya Pacitan, tapi kali ini bisa bersama perempuan hebat lainnya yang ada di Bali,” ucap Salini Rengganis yang merupakan salah satu peserta.
“Acaranya meriah, seru, antusiasme para peserta juga luar biasa sekali, apalagi juga ada para peserta difabel, peserta tuli, mereka semangatnya luar biasa,” sambungnya dengan bersemangat.
Pewarta: Ni Putu Putri MuliantariUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026