Jakarta (ANTARA) - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Pejaten menggelar pelaksanaan perdana Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan di SMA Kemala Bhayangkari 1, Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu.
Kepala Sekolah SMA Kemala Bhayangkari 1, Muryanto, mengatakan pelaksanaan MBG model prasmanan memberi manfaat langsung bagi siswa, terutama bagi anak-anak yang belum sempat sarapan sebelum berangkat ke sekolah.
“MBG dengan model prasmanan ini benar-benar sangat bermanfaat. Anak-anak merasakan kebersamaan saat makan bersama teman-temannya. Program ini juga sangat membantu, khususnya bagi murid yang pagi hari belum sempat sarapan,” kata Muryanto dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Sementara itu, Kepala SPPG Polri Pejaten Muhamad Iqbal Salim menjelaskan sistem prasmanan ini merupakan bentuk simulasi menindaklanjuti arahan pimpinan.
Baca juga: Dadan Hindayana paparkan MBG di retret ketua DPRD se-Indonesia: Jangkau 27 ribu SPPG, serap anggaran Rp60 triliun
Baca juga: BGN rilis daftar menu MBG yang berpotensi sebabkan gangguan pencernaan, pertama soto
Menurutnya skema tersebut juga dipersiapkan untuk pelaksanaan MBG secara prasmanan pada momentum Hari Bhayangkara, khususnya di SPPG yang berada di bawah naungan Polri.
“Keunggulannya, sistem ini bisa melatih ketertiban dan kedisiplinan siswa. Dari sisi menu dan hitungan gizi tetap terukur karena kami menggunakan sendok takar sesuai arahan ahli gizi,” ujar Iqbal.
Pola prasmanan ini juga diharapkan dapat menekan angka sisa makanan atau food waste.
"Sebab, siswa bisa menyesuaikan porsi sesuai kebutuhan. Hasil uji coba ini nantinya akan dievaluasi untuk melihat apakah sistem prasmanan lebih efektif dibanding pola penyajian biasa," ucapnya.
Pewarta: Ilham KausarUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026