Kota Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu saat ini berupaya menekan penyebaran penyakit tuberkulosis (TB) dengan melakukan deteksi dini bagi masyarakat yang mengalami gejala batuk berkepanjangan.
Hal tersebut dilakukan mengingat sejak Januari hingga pertengahan April 2026 masyarakat yang terinfeksi penyakit TB di Kota Bengkulu telah mencapai 309 kasus.
"Kasus TB di Kota Bengkulu ini tetap ada, dan memang masih cukup banyak yang ditemukan. Untuk tahun 2026 saja sampai hari ini sudah 309 kasus," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bengkulu Sri Martiana di Bengkulu, Kamis.
Dengan banyaknya masyarakat yang mengidap penyakit TB menunjukkan masih terjadinya penularan yang cukup dominan sehingga memerlukan upaya penanganan yang berkelanjutan.
"Tingginya temuan kasus TB ini merupakan hasil dari upaya aktif pemerintah kota dalam melakukan penelusuran dan deteksi dini, sehingga semakin banyak penderita yang terdata untuk segera diobati," kata dia.
Untuk itu, Dinas Kesehatan Kota Bengkulu terus memperkuat kerja sama dengan puskesmas serta berbagai yayasan atau lembaga kesehatan untuk menemukan kasus-kasus baru sedini mungkin.
Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu strategi pemerintah kota dalam mengendalikan penyebaran TB.
"Setiap orang yang batuk sampai dengan 14 hari itu kita lakukan pemeriksaan, apakah dia mengidap TB atau tidak. Ini penting supaya bisa segera ditangani," ujar dia.
Lanjut Sri, pihaknya saat ini terus melakukan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya TB, cara penularan, serta pentingnya pengobatan yang tuntas.
Sebab, salah satu tantangan dalam penanganan TB adalah kepatuhan pasien dalam menjalani terapi yang membutuhkan waktu cukup lama.
Dirinya berharap angka penularan TB di Kota Bengkulu dapat ditekan secara bertahap, dan masyarakat diminta untuk tidak mengabaikan gejala yang muncul dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
"Kesadaran dan peran aktif masyarakat menjadi kunci penting dalam memutus rantai penyebaran TB, sehingga ke depan angka kasus dapat terus menurun dan kualitas kesehatan masyarakat semakin meningkat," terang Sri.
Pewarta: Anggi MayasariUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.