Kabupaten Bengkulu Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, melakukan penanganan dan investigasi terkait dugaan sejumlah siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 mengalami keracunan, diduga akibat mengkonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Kami prihatin atas kejadian ini. Pemerintah daerah sudah menginstruksikan tim satgas untuk melakukan investigasi guna memastikan kebenaran informasi yang beredar," kata Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Riyanto di Bengkulu Tengah, Kamis.
Untuk para korban yang mengalami keracunan dan dibawa ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tersebut, lanjut dia, pihaknya memastikan para petugas memberikan pelayanan maksimal.
Terkait dengan operasional penyedia makanan atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), kata dia, keputusan penghentian sementara penyaluran MBG masih menunggu hasil investigasi yang sedang berjalan.
"Untuk sementara ini masih dalam tahap investigasi. Kita belum bisa memastikan langkah lebih lanjut, termasuk penghentian penyaluran, sebelum ada kejelasan penyebab peristiwa tersebut," ujar Bupati Rachmat Riyanto.
Di sisi lain, petugas dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkulu Tengah, puskesmas, dan tim satgas kabupaten, telah mengambil sampel makanan untuk dilakukan uji laboratorium di Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bengkulu.
"Sudah diambil uji laboratorium. Saat ini sedang dalam perjalanan ke BPOM. Sampel diambil oleh tim Dinkes, puskesmas, dan satgas kabupaten," kata Kepala Dinkes Bengkulu Tengah Barti Hasibuan.
Sementara itu Kapolsek Talang Empat Iptu Andri Gunawan menerangkan pihaknya akan terus memantau perkembangan peristiwa tersebut.
"Iya, saat ini sampel sudah dibawa untuk dilakukan pengecekan. Selain itu informasi terbaru ada penambahan satu murid dari SDN 1 Bengkulu Tengah yang mengalami gejala serupa dan dibawa ke Klinik Rizky. Kita belum tahu pasti penyebabnya, kita tunggu hasil pemeriksaan laboratorium," ucap Andri Gunawan.
Diketahui berdasarkan informasi, menu MBG yang dikonsumsi siswa yang mengalami keracunan tersebut yaitu ayam woku, tahu, tumis buncis dan wortel, nasi, buah, serta air minum.
Untuk gejala yang dialami siswa muncul dalam rentang waktu yang berbeda. Sebagian siswa merasakan keluhan sekitar satu jam setelah makan, sementara lainnya mengalami gejala hanya beberapa saat setelah mulai mengonsumsi makanan.
Pewarta: Anggi MayasariUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026