Kota Bengkulu (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyampaikan permohonan maaf sekaligus duka mendalam atas insiden kecelakaan yang melibatkan KA jarak jauh Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di kawasan Stasiun Bekasi Timur.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk empati kepada seluruh korban serta keluarga yang terdampak dalam peristiwa itu.
Dalam keterangan resminya, KAI menegaskan bahwa keselamatan penumpang merupakan prioritas utama.“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak,” demikian pernyataan resmi yang disampaikan pada Selasa (28/4).
KAI menyebut insiden ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap perjalanan kereta terdapat harapan serta keluarga yang menanti di tujuan. Sejak awal kejadian, fokus penanganan langsung diarahkan pada proses evakuasi penumpang, penanganan korban, serta koordinasi lintas instansi.
Tim gabungan yang terdiri atas Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), serta tenaga medis dikerahkan untuk memastikan pertolongan dapat diberikan secepat mungkin di lokasi kejadian.
Upaya evakuasi berlangsung intensif di tengah kondisi malam hari. Petugas bahu-membahu mengevakuasi penumpang dari rangkaian kereta yang terdampak. Sejumlah korban segera dilarikan ke rumah sakit rujukan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
KAI juga memastikan seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Tercatat sebanyak 240 penumpang keluar dari rangkaian kereta tanpa korban jiwa dari layanan tersebut.
“Keselamatan dan kondisi setiap penumpang menjadi prioritas utama kami,” tulis KAI dalam pernyataan lanjutan.
Penanganan korban terus dilakukan secara intensif, termasuk memastikan seluruh korban memperoleh perawatan medis yang layak. Selain itu, KAI bersama pihak asuransi menyatakan akan menanggung biaya pengobatan serta penanganan korban sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pendampingan juga diberikan kepada keluarga korban guna memastikan kebutuhan informasi dan dukungan dapat terpenuhi. Dalam situasi duka ini, KAI mengajak seluruh pihak untuk saling menguatkan.
“Dalam situasi seperti ini, kita saling menguatkan. Doa kami menyertai seluruh korban dan keluarga,” demikian penutup pernyataan tersebut.
Pewarta: Vonza Nabilla SuryawanEditor : Anom Prihantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026