Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Rejang Lebong, Bengkulu, menyelidiki kasus dugaan perampokan terhadap seorang guru asal Musi Rawas, Sumatera Selatan, di Jalan Lintas Curup-Lubuklinggau, pada Jumat sore (1/5).

Kasi Humas Polres Rejang Lebong AKP M Hasan Basri saat dihubungi di Rejang Lebong, Sabtu, mengatakan kejadian tersebut dialami oleh Romiyana (56), seorang guru warga Desa Mekar Sari, Kecamatan Megang Sakti, Kabupaten Musi Rawas, saat sedang dalam perjalanan menuju Kota Curup.

"Tempat kejadian perkara berada di Desa Cahaya Negeri, Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong. Akibat peristiwa ini, korban kehilangan harta benda dengan total kerugian mencapai Rp93,3 juta," kata dia.

Dia menjelaskan, rincian kerugian korban meliputi perhiasan emas seberat 36 gram, satu unit telepon genggam, uang tunai Rp800 ribu, serta sejumlah dokumen penting seperti KTP, kartu BPJS, kartu pegawai, dan NPWP yang disimpan di dalam tas.

Dia menjelaskan, kronologis kejadian bermula saat korban bersama suaminya berangkat dari kediaman mereka menuju rumah anaknya di Rejang Lebong. Sekitar pukul 17.45 WIB, mobil yang mereka kendarai mengalami gangguan mesin (overheat) sehingga harus berhenti di depan sebuah Pertashop di Desa Cahaya Negeri untuk mengisi air radiator.

Setelah kendaraan diperbaiki dengan bantuan warga setempat, sekitar pukul 18.15 WIB, kata dia, suami korban bermaksud menemui warga tersebut untuk mengucapkan terima kasih. Di saat yang bersamaan, korban keluar dari mobil untuk berpindah tempat duduk dari kursi belakang ke kursi depan sambil menyandang tas.

"Saat itulah korban dihampiri satu orang tidak dikenal yang berpura-pura menanyakan alamat. Sebelum sempat dijawab, pelaku langsung merebut tas korban dan melarikan diri bersama rekannya yang sudah menunggu tidak jauh dari lokasi," katanya.

Dia menambahkan, terduga pelaku berjumlah dua orang dan saat ini masih dalam pengejaran petugas dari Polsek Sindang Kelingi serta Satreskrim Polres Rejang Lebong.

Petugas mengimbau kepada warga masyarakat daerah itu agar selalu waspada dan berhati-hati saat melakukan perjalanan.

"Jika membutuhkan bantuan kepolisian, warga diminta segera menghubungi pusat layanan (call center) Polri 110 yang siaga selama 24 jam dan bebas pulsa," demikian AKP M Hasan Basri.



Pewarta: Nur Muhamad
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026