Kota Bengkulu (ANTARA) - Tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI melakukan pemetaan guna untuk mengidentifikasi potensi risiko dan dampak gempa bumi di Kota Bengkulu.

Pemetaan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut dari surat yang sebelumnya dikirimkan oleh Wali Kota Bengkulu pada tahun lalu setelah kota itu dilanda gempa pada Mei 2025 dan menyebabkan puluhan rumah mengalami kerusakan berat.

"Kunjungan ini merupakan jawaban atas surat dari Wali Kota Bengkulu, sekaligus memperkuat hasil pemetaan yang sudah kami lakukan di 67 kelurahan untuk mengetahui potensi bahaya gempa di Kota Bengkulu," kata salah satu tim PVMBG Kementerian ESDM RI Imam di Kota Bengkulu, Rabu.

Kunjungan tim PVMBG tersebut juga dilakukan, kata dia, untuk membahas potensi bahaya geologi di wilayah Kota Bengkulu dan menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana berbasis data lapangan.

Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bengkulu Tony Elfian menambahkan kegiatan tim PVMBG tersebut sangat penting sebab Kota Bengkulu merupakan salah satu daerah yang rawan terjadi gempa bumi.

‎"Dengan adanya pemetaan ini, kami berharap ke depan pemerintah daerah bisa lebih siap dan mampu mengambil kebijakan yang tepat saat terjadi bencana," ucapnya.

Pihaknya berharap hasil kajian tim PVMBG dapat menjadi dasar dalam menyusun langkah mitigasi yang lebih efektif, guna meminimalisir dampak bencana serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.

Diketahui, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kepahiang mencatat sejak Januari hingga Desember 2025 telah terjadi 627 gempa di Provinsi Bengkulu.

"Selama tahun 2025, kami mencatat sebanyak 627 kejadian gempa di Provinsi Bengkulu, dengan total sebanyak 32 kejadian gempa yang dirasakan oleh masyarakat di Bengkulu," kata Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Muda Stasiun Geofisika Kepahiang - Bengkulu Detalia Nurutami.

Untuk kejadian gempa bumi di Provinsi Bengkulu didominasi dengan gempa berkedalaman dangkal dengan rentang magnitudo sebesar 2,0 hingga 4,0.

Kemudian untuk wilayah yang sering terjadi gempa bumi di Provinsi Bengkulu rata-rata berada di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Seluma, Kabupaten Bengkulu Selatan, dan Kabupaten Kaur.

Gempa bumi yang paling signifikan dan dirasakan masyarakat Bengkulu yaitu dengan magnitudo 6,0 yang terjadi pada 23 Mei 2025 pukul 02.52 WIB yang disebabkan karena aktivitas deformasi di bawah kerak bumi sehingga dapat dirasakan oleh masyarakat.

Gempa tersebut dirasakan dengan skala IV hingga V Modified Mercalli Intensity (MMI) yang menimbulkan kerusakan di sejumlah titik di wilayah Provinsi Bengkulu, seperti lima rumah rusak di Kabupaten Bengkulu Tengah, 192 rumah rusak di Kota Bengkulu, serta beberapa fasilitas umum rusak  seperti sekolah, masjid, gedung kantor dan Balai Buntar di Kota Bengkulu.



Pewarta: Anggi Mayasari
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026