Kota Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu menyebut 38 satuan pemenuhan pelayanan gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut hingga awal Mei 2026 dipastikan telah memiliki sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS).
Sertifikat tersebut syarat utama penyelenggaraan layanan konsumsi bagi penerima dan menjadi indikator penting menjamin keamanan serta kualitas makanan yang disajikan setiap dapur MBG.
"Seluruh 38 unit SPPG yang ada saat ini sudah memiliki sertifikat laik higiene sanitasi. Ini penting untuk memastikan bahwa makanan yang disediakan aman, sehat, dan layak dikonsumsi masyarakat," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu Nelly Hartati di Bengkulu, Kamis.
Ia menjelaskan untuk memperoleh sertifikat tersebut, setiap pengelola SPPG harus memenuhi serangkaian persyaratan ketat, seperti mengikuti pelatihan bagi seluruh personel yang terlibat, harus lulus uji pemeriksaan terkait dengan kualitas makanan dan kelayakan fasilitas dapur produksi guna menjaga standar kesehatan.
Dia mengimbau pihak-pihak yang berencana membangun dapur MBG baru agar mengajukan penilaian guna memperoleh sertifikat SLHS sebelum memulai aktivitas operasional.
"Kami mengimbau bagi yang akan mendirikan dapur SPPG agar segera mengajukan penilaian SLHS. Jangan sampai beroperasi tanpa memenuhi standar yang telah ditetapkan," ujar dia.
Dengan pengawasan dan sertifikasi tersebut, dia berharap, seluruh layanan dan aktivitas MBG berjalan optimal dan memberikan manfaat maksimal dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat secara aman dan berkualitas.
Pewarta: Anggi MayasariUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026