Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menggelar secara sederhana menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Curup pada 29 Mei seiring dengan kebijakan efisiensi anggaran sehingga kegiatan festival kesenian dan budaya ditiadakan.
"Peringatan HUT Kota Curup ke-146 tahun 2026 akan kita laksanakan secara sederhana," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Rejang Lebong Zakaria Efendi saat dihubungi di Rejang Lebong, Sabtu.
Dia menjelaskan, pemerintah sedang melakukan efisiensi anggaran sehingga kegiatan festival seni budaya daerah seperti tahun-tahun sebelumnya ditiadakan.
Kegiatan festival seni budaya daerah peringatan HUT Kota Curup ini sejatinya setiap tahun diselenggarakan dalam rangka menyambut dan memeriahkan hari ulang tahun daerah itu selama dua pekan.
Pada peringatan HUT Kota Curup tahun 2026, kata dia, Pemkab Rejang Lebong hanya akan melaksanakan upacara bendera pada tanggal 29 Mei 2026 di Lapangan Kantor Bupati Rejang Lebong.
"Usai upacara akan diselingi dengan penyaluran bantuan oleh Baznas Kabupaten Rejang Lebong. Kemudian dilanjutkan dengan paripurna istimewa oleh DPRD Rejang Lebong," katanya.
Sementara itu untuk ritual adat suku Rejang atau "kedurai agung" yang biasanya dilaksanakan sebagai rasa syukur dan permohonan doa kepada Tuhan YME juga tidak digelar.
"Untuk kegiatan kebudayaannya Pemkab Rejang Lebong merencanakan hanya untuk menggelar kedurei sudut. Namun untuk pastinya kita masih menunggu arahan Bupati Rejang Lebong apakah bisa dilaksanakan atau tidak," lanjut dia.
Menurut dia, pada peringatan HUT Kota Curup kali ini tidak hanya terfokus kepada Disdikbud saja yang biasanya menggelar berbagai kegiatan skala besar, karena sejumlah OPD lainnya telah menyiapkan berbagai kegiatan seperti tabligh akbar maupun perlombaan olahraga maupun seni lainnya.
Sebelumnya, Pemkab Rejang Lebong dalam setiap peringatan HUT Kota Curup (ibu kota Rejang Lebong) menggelar 27 cabang perlombaan seni dan budaya daerah lokal seperti lomba tari kejei, lomba gitar tunggal, lomba bekulo (pendekatan antarkeluarga sebelum acara pernikahan) serta bujang semulen (bujang dan gadis).
Perlombaan lainnya ialah lomba menulis dan membaca huruf asli masyarakat Rejang yakni aksara Ka Ga Nga , lomba busana Pei Ka Ga Nga yang merupakan busana daerah Rejang, lomba lagu daerah Rejang dan lembak serta perlombaan maupun pementasan seni budaya nasional lainnya dan lomba B2SA, serta perlombaan lainnya.
Pewarta: Nur MuhamadEditor : Anom Prihantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026