Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B. Najamudin mendorong hasil pertanian dari Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, agar diserap secara maksimal untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah pusat.
"Sektor pertanian di Rejang Lebong memiliki potensi besar untuk dikembangkan, terutama dalam mendukung program pusat seperti MBG. Salah satunya adalah buah jeruk," kata Sultan di Desa Sumber Urip, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Senin.
Di sela meninjau perkebunan jeruk di Desa Sumber Urip, ia menjelaskan kunjungan kerjanya ke wilayah itu bertujuan untuk menyerap aspirasi petani sekaligus berdialog langsung mengenai kendala yang dihadapi di lapangan.
Menurut dia, para petani mengusulkan agar hasil panen lokal dapat diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dapur program MBG di wilayah sekitar. Langkah ini dinilai strategis agar petani memiliki kepastian pasar dan harga jual yang lebih stabil.
"Permintaan petani adalah bagaimana seluruh potensi ini bisa disuplai ke program MBG. Dengan begitu, produksi mereka terjaga dan harga dapat terkontrol oleh pemerintah," katanya.
Ia menegaskan produksi pertanian daerah harus menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Sebagai Ketua DPD, Sultan berkomitmen untuk membawa aspirasi ini ke tingkat nasional guna memastikan unit pelayanan atau dapur MBG memprioritaskan komoditas lokal.
"Justru produksi seperti ini yang harus diperhatikan pusat. Saya akan membawa aspirasi ini agar dapur MBG menerima produksi pertanian yang ada di daerah, sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani," kata dia.
Sabar (45) salah seorang petani jeruk di Desa Sumber Urip yang lokasinya persis di kaki Gunung Api Bukit Kaba ini, mengaku optimistis dengan dorongan dari Ketua DPD RI tersebut. Namun, ia juga menitipkan harapan terkait kendala sarana produksi.
"Kami berharap pemerintah bisa membantu dalam stabilitas harga serta ketersediaan pupuk dan obat-obatan. Kalau program MBG bisa menyerap hasil tani kami, itu sangat menolong," kata Sabar.
Sabar mengungkapkan, dari lahan seluas 3/4 hektare yang ditanami sekitar 300 batang jeruk, ia mampu menghasilkan sekitar 18 ton buah dalam satu kali musim panen dengan harga jual Rp10.000 per kilogram.
"Alhamdulillah hasilnya cukup menggiurkan, namun jaminan pasar dan harga tetap menjadi harapan utama kami ke depan," kata Sabar.
Pewarta: Nur MuhamadEditor : Anom Prihantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026