Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, melakukan percepatan pembentukan difabel dalam 156 desa/kelurahan tersebar dalam 15 kecamatan di wilayah itu.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Rejang Lebong Budi Setiawan, usai rapat koordinasi pembentukan kelompok difabel desa/kelurahan di Rejang Lebong, Selasa, mengatakan di Rejang Lebong saat ini sudah ada tiga desa inklusif yakni di Desa Kampung Delima, Kecamatan Curup Timur, serta Desa Rimbo Recap dan Lubuk Ubar di Kecamatan Curup Selatan.

"Pembentukan kelompok difabel tingkat desa/kelurahan ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Bupati Rejang Lebong Nomor 11 Tahun 2025 tentang Desa/Kelurahan Inklusif Penyandang Disabilitas," kata dia.

Dia menjelaskan, kegiatan rakor yang dilakukan pihaknya bersama dengan Perkumpulan Mitra Masyarakat Inklusif (PMMI) Provinsi Bengkulu dan sejumlah OPD terkait untuk mendorong percepatan pembentukan kelompok difabel di seluruh desa/kelurahan di Kabupaten Rejang Lebong.

Sejauh ini pembentukan kelompok difabel tingkat desa/kelurahan di Kabupaten Rejang Lebong, kata dia, baru ada tiga desa dan ditargetkan dalam 153 desa/kelurahan lainnya juga akan bisa terbentuk dalam beberapa tahun ke depan.

Menurut dia, keberadaan kelompok difabel desa/kelurahan ini sangat penting karena menjadi ujung tombak pendataan penyandang disabilitas secara akurat dan menyeluruh. Selama ini pemerintah daerah masih terkendala minimnya data valid terkait jumlah penyandang disabilitas di Kabupaten Rejang Lebong.

"Jumlah pasti data penyandang disabilitas ini sangat penting sebagai dasar pemerintah daerah dalam menentukan kebijakan maupun program yang tepat bagi penyandang disabilitas," terangnya.

Dia berharap, dengan adanya rakor nantinya seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Rejang Lebong dapat segera membentuk kelompok difabel sehingga pelayanan publik yang inklusif dan ramah disabilitas dapat diwujudkan secara optimal.

Ketua Perkumpulan Mitra Masyarakat Inklusif (PMMI) Provinsi Bengkulu Irna Riza Yuliastuty dalam kesempatan itu menyatakan, program solider inklusif yang dijalankan di tiga desa di Kabupaten Rejang Lebong sejak 2024 mulai menunjukkan hasil yang membanggakan dengan pengakuan kalangan penyandang disabilitas.

"Kalau sebelumnya penyandang disabilitas dianggap terpisah dari masyarakat, kini mereka mulai tampil, terlibat, dan diakui dalam berbagai kegiatan," kata Irna Riza Yuliastuty.



Pewarta: Nur Muhamad
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026