Bengkulu (ANTARA) - KONI Provinsi Bengkulu memperkuat dukungan terhadap kebangkitan olahraga renang melalui peningkatan pembinaan atlet, kualitas sumber daya manusia, hingga pengembangan fasilitas olahraga.
"Kita ingin renang Bengkulu bangkit dan mampu bersaing di tingkat nasional. Saya yakin potensi atlet-atlet kita sangat besar," kata Ketua Umum KONI Provinsi Bengkulu Teuku Zulkarnain pada Pelatihan Pelatih dan Wasit Juri Renang Tingkat Madya 2026 di Kota Bengkulu, Kamis.
Teuku mengatakan cabang olahraga renang memiliki potensi besar menjadi salah satu andalan Bengkulu pada ajang nasional, termasuk pada PON 2028 NTT-NTB.
Menurut dia Bengkulu selama ini memiliki banyak bibit atlet berbakat. Bahkan, ada atlet asal Bengkulu yang direkrut daerah lain hingga berhasil meraih medali emas di tingkat nasional.
Karena itu, KONI Bengkulu bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu mulai menyiapkan berbagai langkah strategis guna meningkatkan motivasi atlet untuk berprestasi.
Salah satunya melalui penyusunan regulasi pemberian penghargaan bagi atlet peraih medali emas dengan nilai mencapai Rp1 miliar.
Selain bonus, kata dia, KONI juga membuka peluang bagi atlet berprestasi untuk bekerja di Bank Bengkulu sebagai bentuk jaminan masa depan atlet setelah pensiun dari dunia olahraga.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan fasilitas olahraga renang di Bengkulu karena kolam renang yang ada saat ini dinilai masih perlu ditingkatkan menuju standar internasional.
Sementara itu, Ketua Federasi Akuatik Indonesia Provinsi Bengkulu Erna Sari Dewi mengatakan kebangkitan olahraga renang tidak hanya ditentukan kualitas atlet, tetapi juga seluruh ekosistem pendukungnya.
“Olahraga renang ini kalau mau bagus, tentu yang dibina bukan hanya atletnya. Tonggaknya bukan hanya pada kemampuan atlet, tetapi seluruh ekosistemnya harus dibina," kata Erna.
Dia menjelaskan pelatih harus memiliki sertifikasi dan kompetensi yang baik, sementara wasit dan juri wajib memahami regulasi terbaru agar mampu memimpin pertandingan secara profesional dan berkeadilan.
Ketua Panitia Pelaksana Yayat Wahyu mengatakan kegiatan tersebut diikuti 24 peserta pelatihan pelatih renang, 24 peserta pelatihan wasit juri renang, 10 narasumber, serta 16 pengurus klub dan organisasi olahraga akuatik di Bengkulu.
Menurut Yayat materi pelatihan meliputi administrasi perlombaan, regulasi World Aquatics, manajemen kompetisi, diskusi kelompok, hingga simulasi perlombaan guna mendukung kemajuan prestasi olahraga renang Bengkulu.
Pewarta: Boyke Ledy WatraUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026