Mukomuko Bengkulu (ANTARA) - Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, mengajak perusahaan perkebunan dan pengolahan minyak mentah kelapa sawit untuk ikut membangun jalan rusak dengan program tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (CSR). 

"Perusahaan seperti PT DDP yang menjadi penyangga Desa Cinta Asih, Kecamatan Air Rami harus ikut berkontribusi dengan CSR untuk kelancaran jalan tersebut," kata Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Mukomuko Dedy Kurniawan di Mukomuko, Jumat.

Dia mengatakan hal itu menyikapi permasalahan akses jalan rusak di wilayah Desa Cinta Asih, Kecamatan Air Rami yang sampai sekarang akses jalan tersebut belum dibangun oleh pemerintah.

Sementara pemerintah daerah setempat sampai sekarang terdampak efisiensi anggaran sehingga belum bisa membangun akses jalan di desa tersebut.

Menurut dia, pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, perusahaan, dan masyarakat bisa berkolaborasi dan bergotong royong untuk mengatasi jalan yang rusak parah demi kelancaran dn keselamatan warga pengguna jalan.

Selain jalan tersebut, termasuk juga jalan provinsi di Desa Talang Medan Kecamatan Teras Terunjam terdapat dua perusahaan seperti PT SAP dan PT Agromuko yang setiap hari juga lewat jalan tersebut.

"Dua perusahaan ini juga harus menunjukan kontribusinya dengan CSR untuk menanggulangi jalan yang sudah darurat, faktor cuaca hujan dn padatnya lalu lintas angkutan hasil buah sawit di jalan tersebut," ujarnya.

Dia menjelaskan, program CSR perusahaan ini mengacu pada sejumlah regulasi, di antaranya Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2012, serta Peraturan Menteri BUMN Nomor 5 Tahun 2021.

Di peraturan tersebut mengamanatkan bahwa perusahaan memiliki kewajiban untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat melalui program CSR.

Dia menyarankan, untuk lebih memperkuat peraturan tersebut, pemerintah daerah bisa mengadakan fakta integritas bersama perusahaan untuk penanggulangan jalan-jalan yang sudah rusak dan darurat di daerah ini.

Menurut dia pula, jalan memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas perekonomian masyarakat dan perusahaan pengguna jalan tersebut sehingga pemeliharaan infrastruktur harus dilakukan secara maksimal terutama dalam kondisi keterbatasan anggaran di daerah ini sejak efisiensi anggaran. 

 

 

 



Pewarta: Ferri Aryanto
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026