Kota Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu mencanangkan program budidaya maggot sebagai salah satu upaya yang cepat dan efektif dalam mengurangi permasalahan sampah organik di wilayah tersebut.

Melalui program tersebut, pemerintah bukan hanya untuk mengurangi volume sampah, tetapi juga menjadi bagian dari sistem ekonomi sirkular yang mampu memberi nilai manfaat bagi masyarakat.

"Kalau pengomposan biasa membutuhkan waktu berbulan-bulan, maggot mampu mengurai sampah organik hanya dalam hitungan jam. Ini menjadi solusi cepat yang sangat potensial untuk menekan volume sampah di Kota Bengkulu," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu Anshar Amin di Bengkulu, Jumat.

Dengan program budidaya maggot dapat menjadi metode paling efektif dalam menangani sampah organik, sebab proses penguraiannya jauh lebih cepat dibandingkan metode konvensional seperti pengomposan biasa

Ia menyebut bahwa saat ini DLH Kota Bengkulu melaksanakan kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti penggiat lingkungan hingga kalangan akademisi guna memperkuat program pengelolaan sampah berbasis masyarakat tersebut.

Di sisi lain, program budidaya maggot tersebut juga memiliki dampak ekonomi yang cukup besar dan dapat dimanfaatkan sebagai pakan ikan lele bernutrisi tinggi yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

"Ini konsep ekonomi sirkular. Sampah organik diolah menjadi maggot, kemudian maggot menjadi pakan ikan lele. Hasilnya bisa dimanfaatkan masyarakat sekaligus mendukung upaya penanganan stunting melalui konsumsi ikan bergizi," ujarnya.

Oleh karena itu, dalam waktu dekat DLH Kota Bengkulu akan melakukan sosialisasi dan advokasi secara masif dimulai dari tingkat kecamatan, kelurahan hingga RT agar budaya memilah sampah dapat diterapkan langsung di lingkungan masyarakat.

"Pemerintah kota berharap agar pemilahan sampah bukan lagi sekadar program, tetapi menjadi gaya hidup baru masyarakat Kota Bengkulu. Kalau ini berjalan konsisten, persoalan sampah bisa berkurang signifikan," jelas Anshar.



Pewarta: Anggi Mayasari
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026